Molo Masihol Ho Ito

Molo masihol ho ito,

Molo malungun ho tu au

Bereng ma gombaranhi da hasian

Idaonmu ma disi

Dibagas gombaranhi

Asa tung sombuma siholmi

Molo dung golap ari i

Molo naeng modom ho ito

Jolo jou goarhi hasudungan

Idaonmu ma disi

Dibagasan nipimi

Asa tung sonang ma rohami

Daginghi do na dao sian ho

Ianggo roha do ito sai tong tu ho

Unang ma sidua holong

Unang ma sidua be roham.

Molo dung golap ari i…………….

Ditulis kembali

The Office, 07 September 2007

Sang Matahari

Iklan

Hari Ini Hujan Turun

Hari ini hujan turun walau hanya sesaat

Sudah beberapa waktu hujan tidak turun di sini.

Rumput di tepi jalanan mulai kering

Pohon-pohon yang jumlahnya tak seberapa, hampir meranggas

Debu dijalan beterbangan dan kabut asap mulai melingkupi angkasa

Hari ini hujan turun walau hanya sesaat

Membasahi bumi yang telah berdebu

Menyirami rumput yang mulai kering

Menyegarkan pohon-pohon yang hampir meranggas

Menghalau kabut asap yang mulai melingkupi angkasa

Hari ini hujan turun walau hanya sesaat

Aku teringat ketika aku ada disana

Di bawah siraman hujan waktu itu

Bukan sedang mandi hujan, tetapi bekerja untuk bertahan hidup

Berjuang untuk masa depan yang lebih baik

Hari ini hujan turun walau hanya sesaat

Mengingatkanku akan tujuan hidupku.

Jangan terlena Bung…!

Ayo…bangun…!!!!

Perjuangan masih panjang.

The Office, 07 September 2007

Sang Matahari

Fenomena Laptop

Setahun yang lalu aku tak pernah berpikir akan memiliki sebuah laptop.

Tetapi hari ini aku menuliskan kata-kata ini diatas laptop yang tak pernah aku pikirkan itu.

Fenomena keinginan untuk memiliki laptop terjadi di sekitarku, dan aku salah satu korbannya.

Fenomena ini diawali atas kekecewaan kami karena sebagai pegawai baru, kami tidak memperoleh PC sebagai salah satu alat yang kami butuhkan untuk menjalankan pekerjaan.

Sebagai “kaum intelektual” kami selalu punya solusi atas permasalahan yang kami hadapi, dan laptop adalah satu solusi yang luar biasa.

Mengapa luar biasa? Karena memang harganya luar biasa.

Aku membutuhkan waktu tidak kurang dari satu tahun untuk mengisi pundi-pundiku agar laptop yang kuimpikan dapat aku beli.

Kini sebuah SONY VAIO seri VGN-C140G berwarna hitam dengan Memori 1GB, Harddisc 120GB, prosessor CentrinoCore2Duo, layar 13,3 inch, selalu menemaniku.

Banyak hal yang dapat aku lakukan dengan laptop ini.

Membantu pekerjaanku

Memutar lagu-lagu kesayanganku

Memutar film-film favoritku

Menampilkan/mengedit foto-foto kesukaanku

Bahkan….

Mencari teman via friendster

Membaca berita dari Kompas Cyber Media atau detik com

Mengirim email ke sahabat-sahabatku

Mencari apapun yang aku mau dengan bantuan GOOGLE Search.

Yang jelas aku memiliki banyak kebiasaan baru.

Membuka email, mengakses internet, mengedit foto, menuliskan isi pikiranku, main games, dan banyak lagi

Satu hal yang tidak aku duga sebelumnya, ternyata laptop ini belum bisa memaksimalkan pekerjaanku.

Masih banyak pekaerjaan yang belum terselesaikan.

Masih banyak tugas yang terbengkalai.

Perlu disadari bahwa laptop bukanlah dewa penolong

Laptop bukanlah lampu aladin

Laptop hanyalah satu alat canggih yang bisa menguntungkan dan juga merugikan tergantung untuk apa laptop itu digunakan.

Fenomena laptop masih berlangsung di sekitarku, dan ini berlangsung entah sampai kapan.

The Office, 07 September 2007

Sang Matahari

Logika dan Emosi

Pernahkah kita berpikir mengapa otak ada di kepala dan hati ada di dada?

Dalam menjalani hidupnya,

manusia harus menggunakan otak,

mengunakan pikiran,

menggunakan logika.

Sebelum melakukan segala sesuatu, harus dipikirkan hasil atau akibat dari apa yang akan dilakukannya (walaupun tak selamanya hasil sesuai dengan harapan)

Tetapi bila hanya menggunakan otak, maka manusia akan hidup seperti robot.

Karena itu perlu ada hati,

perlu ada emosi,

sehingga hidup akan lebih berseni, lebih indah.

Tetapi mengapa otak ada di kepala dan hati ada di dada?

Logika harus lebih tinggi dari emosi.

Pikiran harus bisa menguasai perasaan

Hati boleh panas

Hati boleh marah

Hati boleh menangis

Tetapi….

Pikiran harus tetap dingin

Pikiran harus tetap jernih

Pikiran harus tetap damai

Dengan demikian hidup akan seimbang dan indah

Bila hati lebih tinggi dari otak

Bila emosi menguasai logika

Itu artinya otak ditaruh di dengkul dan hidup akan amburadul

The Office, 07 September 2007

Sang Matahari

Anugrah Terindah

Satu kali aku pernah bertanya pada seseorang.

“Apakah anugrah terindah yang pernah diberikan TUHAN kepada manusia?”

Dia jawab “menikah”

Benarkah..?

The Office, 07 September 2007

Sang Matahari

Kamu Memiliki Hati dan Itu Lebih dari Cukup

Yang aku mau kamu tetap menjadi dirimu

Yang aku mau kamu masih mau melakukan kesalahan-kesalahan

Yang aku mau kamu masih mau mengingkari janji-janji

Yang aku mau kamu masih mau marah-marah

Yang aku mau kamu masih mau membenci

Yang aku mau kamu masih mau berbohong

Yang aku mau kamu masih mau menangis

Yang aku mau kamu masih mau cemburu

Yang aku mau kamu masih mau melakukan semua itu.

Karena kamu bukan dewa.

Kamu adalah manusia biasa, seperti aku juga manusia biasa

Melakukan kesalahan, mengingkari janji, marah-marah, membenci, bebohong, menangis, cemburu, tak akan jadi masalah selama kita mengingat bahwa ada kasih yang luar biasa di hati kita yang akan menutupinya.

Kamu tak perlu harus bangun lebih pagi dari biasanya

Kamu tak perlu harus merubah cara bicara

Kamu tak perlu harus merubah potongan rambutmu

Kamu tak perlu harus menambah makeup di wajahmu

Kamu tak perlu harus mengganti pakayanmu dengan yang baru

Kamu tak perlu harus mengganti kacamatamu dengan lensa kontak

Kamu tak perlu harus memoleskan lipstik di bibirmu

Kamu tak perlu harus menaruh deodorant di ketek atau parfum di tubuhmu

Kamu tak perlu harus mengikuti kursus memasak

Kamu tak perlu harus membalas setiap sms-ku

Kamu tak perlu harus membalas setiap email-ku

Tak ada syarat apapun yang kuminta,

Karena aku tau kamu sudah memiliki apa yang aku butuhkan.

Aku tau kamu memiliki hati. Itu saja sudah lebih dari cukup.

The Office, 07 September 2007

Sang Matahari

Rambut Putih

Ini adalah sebuah percakapan antara seorang anak dengan ibunya

Anak : “Ma, rambut mama udah ada yang putih lo ma!”

Ibu : “Itu karena kamu nakal, suka melawan mama”

Anak : “Masak sih ma?”

Ibu : “Iya, setiap kali kamu melakukan satu kenakalan atau setiap kali kamu melawan mama, satu helai rambut mama akan berubah jadi putih”

Anak : “Benar ma?”

Ibu : “Benar. Makanya kamu gak boleh nakal lagi”

Anak : “Tapi ma…..”

Ibu : “Tapi apa?”

Anak : “Berarti mama lebih nakal dari aku dong ma..!”

Ibu : “Kenapa kamu bilang begitu?”

Anak : “Ya iya lah ma, rambut nenek kan udah putih semuanya”

Ibu : “…..@#$*&..??????”

Ditulis kembali dari sumber yang tak diketahui.

The Office, 07 September 2007

Sang Matahari

Your Promise

Baru saja HP-ku berbunyi (09.40 AM)

Setiap kali HP-ku berbunyi aku selalu berharap kamulah yang menelepon, untuk memenuhi janjimu.

Kamu telah janji akan meneleponku, atau hanya sekedar mengirimku sebuah sms.

Teryata bukan kamu.

Sebuah undangan kebaktian bulanan se-DESDM dari Indra.

Aku harus menunggu lebih lama lagi sampai kamu memenuhi janji itu.

I’m waiting for your promise to call me.

The Office, 07 September 2007

Sang Matahari

Pariban

Boru ni tulang bagi seorang laki-laki atau anak ni namboru bagi seorang perempuan adalah sesuatu yang istimewa dalam kekerabatan suku batak. Hubungan ini disebut dengan pariban. Mengapa hubungan pariban menjadi sesuatu yang istimewa? karena menurut adat batak, hubungan inilah yang dibolehkan untuk menikah. Saya pernah baca sebuah buku yang mengatakan bahwa apabila hubungan kekerabatan seorang isteri dengan suaminya semakin dekat, maka peluang anak yang dilahirkan menurunkan sifat2 genetik yang buruk (resesif) akan semakin besar. Dan sebaliknya, bila semakin jauh maka peluang sifat baiklah (dominan) yang lebih besar diturunkan. Jadi menurut ilmu biologi khususnya genetika, sangant tidak dianjurkan orang yang marpariban menikah. Tetapi di lain sisi hubungan pariban memciptakan sebuah keteraturan.

Aturan menikah dengan pariban sekarang tidak lagi menjadi sesuatu yang mutlak, walaupun masih banyak para orang tua mengharapkan anaknya menikah dengan pariban, bahkan ada orang tua yang telah menjodohkan anak mereka sejak kecil. Di kota besar seperti jakarta, budaya tersebut sudah bergeser. Anakmuda batak yang tinggal di kota sudah memiliki banyak pilihan yang lebih menarikdan menggiurkan. Pariban bukan lagi satu-satunya pilihan. Suku lain seperti jawa, sunda, menado menjadi pilihan yang menggiurkan. Jujur… suku-suku tersebut umumnya berparas lebih ayu dari orang batak batak yang katanya wajahnya marsuhi-suhi. Bahkan orang asing atau negara lain menjadi pilihan yang lebih menggoda. Orang eropa, amerika, cina, india bahkan timur tengah benar-benar menggoda pemuda/pemudi batak. Mereka benar-benar luarbiasa baik phisik maupun cara berpikir.

Aku sempat terbuai dengan cara berpikir kebanyakan orang batak kota. Pariban bukan lagi pilihan. Menikah dengan pariban merupakan kemunduran, ketidakbebasan, kebodohan, ketakutan dan lain sebagainya. Aku ingin menjadi orang yang merdeka, maju dan mendunia. Aku melihat suku lain bahkan warga negara lain lebih segala galanya dibanding orang-orang batak. Wajahnya, bodynya, cara berpikirnya, pergaulannya, percaya dirinya, kekayaannya dan semuanya. Merekalebih.

Tetapi tiba-tiba aku sadar dari lamunanku. Hpku berdering….

“Halo….”

“Halo…. Bang..! aku mau menikah. Abang kasi aku kado ya…..!”

Paribanku yang beberapa tahun yang lalu masih mengenakan seragam putih-merah akan menikah. Lamunanku pun buyar dan terbang hilang entah kemana. Seketika aku merasa menjadi orang yang paling tua didunia ini. Aku kembali mengevaluasi pikiran-pikiranku sampaipada satu kesimpulan “Tidakada yang salah dengan hubungan pariban”

Hubungan pariban diciptakan agar manusia itu bermartabat dalam menjalani kehidupan dan dalam proses regenerasi. Hubungan pariban menampung segala hasrat, perasaan, gejolak, emosi dalam etika yang bermoral. Pariban adalah sebuah seni hubungan tingkat tinggi yang sarat makna. Pariban adalah satu dari karya cipta terbesar yang pernah diciptakan manusia. Hargailah, nikmatilah, lestarikanlah dan syukurilah.

Jolo tiniptip sanggar ito

da bahen huru-huruan da

jolo sinukkun marga

asa binoto ito da partuturan da.

Manukkun marga ma au ito

ai boru aha do da inang da

ito parjambulan na ganjang

ai boru aha baru aha do da inang da

Molo na marpariban do dang sala marsipakkulingan da

Molo na mariboto do da lehon au lehon aum arnapuran da

Selamat berbahagia pariban…!

Apakah wajah pariban itu marsuhi-suhi..? Tidak..!!!!!!

mywondwrfulloffice, 30 juni 2008

sangmatahari

Di Sini Aku Merindu

Aku tak bisa memaksamu menuliskan namaku di bait-bait puisimu

Aku tak bisa memaksamu menghadirkan wajahku di mimpi-mimpimu

Aku tak bisa memaksamu menyebut namaku di dalam doa-doamu

Aku tak bisa memaksamu merindukan diriku di hari-harimu

Aku tak bisa memaksamu walau aku sangat mengharap.

Aku selalu menuliskan namamu di bait-bait puisiku

Aku selalu menghadirkan wajahmu di mimpi-mimpiku

Aku selalu menyebut namamu di dalam doa-doaku

Aku selalu merindukan dirimu di hari-hariku

Aku selalu mengharapkanmu walau aku tak bisa memaksa

Naluriku berkata kamulah jawaban doa-doaku

Hatiku berkata kamulah anugrah terindah itu

Tapi aku tak tau harus memulai dari mana

Aku merana di sini dalam gelisah, gundah dan galau

Aku tau hanya kamulah jawaban dari gelisah, gundah dan galau ini

Tapi aku tak tau harus memulai dari mana

Disaat rinduku tak terbendung,

Aku memanggil namamu

Aku memeluk bayangmu

Aku tak bisa memaksamu dan aku tak tau harus memulai dari mana

Istana kecilku, 06 September 2007

Sang Matahari