IRONI

Belakangan ini semakin banyak saya lihat di internet pembahasan mengenai keadaan di daerah “Bona Pasogit”-nya orang batak. Daerah ini mencakup Tapanuli, Toba, Samosir, Simalungun, Karo, Dairi dan daerah-daerah di sekita Danau Toba. Sebagian besar pembahasan itu menyatakan bahwa daerah tersebut mengalami ketertinggalan dibanding dengan daerah lain di Indonesia.

Saya tidak tahu pasti apakah keyataan yang sesungguhnya memang benar-benar memprihatinkan, namun kalaulah memang benar demikian, alangkah menyedihkannya. Daerah yang telah melahirkan banyak orang sukses di negeri ini bahkan di luar negeri menjadi daerah yang tertinggal adalah sebuah ironi. Seharusnya daerah ini adalah daerah yang paling makmur di negeri ini, karena telah terlahir dari sana orang-orang hebat yang bahkan bisa mengubah dunia.

Ketika saya masih tinggal di kampung, saya melihat bagaimana para orang tua di sana bekerja sangat keras untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi. Mereka seakan tak kenal lelah membanting tulang agar anak-anaknya bisa menjadi orang hebat. Namun ketika si anak itu telah berhasil menjadi orang hebat, mereka akan tinggal di tempat yang jauh dan membangun daerah di mana mereka tinggal. Demikianlah bona pasogit tidak pernah menjadi daerah yang lebih baik karena orang-orang hebat yang lahir dari sana kurang memperdulikannya.

Dari sekiaan banyak bahasan mengenai ketertinggalan bona pasogit yang saya baca di internet banyak membahas solusi untuk membangun daerah tersebut. Dari hasil pembahasan itu memang banyak yang hanya sebatas wacana dan hanya sedikit yang direalisasikan. Tetapi semuanya belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Menurut saya hal ini disebabkan kurangnya pemahaman dan kesadaran mengenai betapa bona pasogit menjadi bagian yang sangat penting bagi keberhasilan para orang hebat itu. Coba kita pikirkan seandainya para orang tua di bona pasogit tidak mau menyekolahkan anak-anaknya, apakah anak-anak itu akan menjadi orang hebat…? Bisa jadi ada yang menjadi orang hebat, tetapi jumlahnya akan sangat sedikit.

Sesungguhnya pemahaman dan kesadaran ini yang harus segera dibangkitkan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Bagaimana caranya…? Serahkan saja pada pakarnya. Sudah banyak orang batak yang ahli dibidang itu. Setelah pemahaman dan kesadran tu bangkit lalu apa yang harus dilakukan…? Sederhana sekali. Para orang batak yang telah sukses itu melakukan gotong royong sesuai dengan kemampuan masing-masing. Pikiran sederhana saya mengatakan, inilah cara terbaik untuk memajukan bona pasogit.

Dalam gotong royong itu tentu saja dibutuhkan biaya. Darimana biayanya…? Tentu saja biayanya dari para orang batak yang sukses itu. Kalau kita mendata, pasti ada lebih dari satu juta orang batak yang telah bermukim di bumi ini. Baiklah kita anggap satu juta saja. Apabila kita mengumpulkan dana 1% saja dari penghasilan orang batak yang jumlahnya satu juta itu, sudah beraba banyak dana yang terkumpul. Misalkanlah penghasilan rata-rata mereka sebesar 2 juta perbulan, maka dana yang terkumpul adalah 20 milliar perbulan. Dengan dana sebesar ini sangat banyak yang bisa dilakukan untuk membangun bona pasogit.

Hal lain yang bisa dilakukan adalah mendorong para pengusaha batak membuka usahanya di bona pasogit. Sangat banyak peluang usaha yang menjanjikan yang bisa dilakukan di sana seperti usaha pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, pendidikan, kesenian, kebudayaan dan banyak lagi. Usaha-usaha ini akan menyerap tenaga kerja dan selanjutnya akan meningkatkan perekonomian masyarakat di sana. Para lulusan perguruan tinggi juga harus didorong menjadi pelopor yang mau tinggal di bona pasogit dan mencari peluang disana untuk dikembangkan. Saya tidak mengatakan para lulusan perguruan tinggi itu mengabdikan dirinya di bona pasogit, tetapi mencari peluang yang ada disana untuk dikelola dan dikembangkan sehingga tercipta sibiosis mutualisme. Dengan demikian mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik di bona pasogit dibanding mereka tinggal di tempat lain.

Saya membayangkan sepuluh tahun yang akan datang saya tidak lagi menemukan diskusi-diskusi diinternet yang membahas ketertinggalan daerah bona pasogit, melainkan orang-orang akan berbicara tentang kemajuan bona pasogit dan kesejahteraan masyarakat yang tinggal disana. Mungkin mimpi saya ini sama dengan mimpi banyak orang batak lainnya. Semoga mimpi-mimpi ini menemukan kekuatannya untuk bereinkarnasi menjadi kenyataan indah.

Iklan