Mandulo Sopo Na Tarulang

green-roof-norway-1Tiga tahun sudah sopo ini tidak diurus, tidak dikunjungi, bahkan hampir terlupakan. Kunci (password)-nya pun sudah hilang, sehingga harus ditempahkan kunci baru. Tiga tahun telah membuat sopo ini kusam. Halamannya telah dipenuhi oleh semak belukar. Dindingnya mulai lapuk, bahkan atapnya sudah mulai ada yang bocor. Jaring laba-laba memenuhi hampir seluruh langit-langitnya. lantainya yang dulu putih mengkilap kini kelabu ditutupi debu.

Sejenak aku menarik nafas panjang, bermenung mengingat kembali kebelakang. Dulu sopo ini begitu sejuk, teduh dan nyaman untuk dikunjungi. Setiap kali matahari bersinar terlalu terik, sopo ini menjadi tempat bernaung. Setiap kali hujan membasahi bumi, sopo ini menjadi tempat berteduh. Sopo ini telah menjadi saksi dari banyak cerita dan kisah. Kisah sedih maupun tawa, semua tersimpan utuh di sopo ini. Sopo ini telah menjadi pemuas dahaga dan pemulih rasa lelah dari banyak rutinitas yang sering kali menjemukan. Sopo ini juga telah menjadi wadah untuk menampung tumpahan isi otak dan juga hati yang tidak mungkin ditumpahkan ke orang lain. Bahkan sopo ini juga menjadi sebuah persembunyian untuk sekedar berdiam diri dan tidak melakukan apa-apa. Kadang-kadang sopo ini juga menjadi tempat bermanja, layaknya dulu masih dipangkuan Inong. Sopo ini juga sering menjadi tempat berkasih-kasihan dengan pujaan hati. Sopo ini telah menjadi apa saja yang saya maui dan dia tidak pernah mengeluh, protes, keberatan, apalagi menolak. Setiap saat dia terjaga dan pintunya selalu terbuka.

Hari ini sopo ini bak seorang ibu tua yang telah lama tak disua oleh anak kesayangannya. Wajahnya yang keriput telah lama tidak dibelai. Rambutnya yang memutih semakin gersang dan kian menipis. Namun sinar matanya masih teduh seperti dulu. Pelukannya juga masih hangat, sehangat mentari pagi yang mengintip dari balik jendela. Dan aku bingung mau memulai dari mana. Rasanya dibutuhkan tenaga ekstra untuk mengembalikan tampilan sopo ini. Dibutuhkan semangat baru untuk merapikan sopo ini dan untuk selalu mengunjunginya.

Semoga dalam waktu yang tidak lama, sopo ini akan kembali dengan tampilannya yang ceria. Kisah-kisah yang tersimpan di dalamnya akan kembali dirapikan. Semoga sopa ini kembali menjadi tempat yang nyaman untuk dikunjungi.

Sopo Nasio. Tempat untuk melakukan apa saja yang saya maui, dan saya kembali ada disini.

Iklan