Situakniloba (Boto Lungun Anakku)

situakniloba

Ketika duniaku masih sebatas pandang antara Dolok Sitanggurung dan Binanga Naborsahan, saya merasakan dunia yang indah dan menyenangkan. Dolok Sitanggurung adalah bukit paling tinggi di kampungku, sedangkan Binanga Naborsahan adalah satu-satunya sungai di kampungku. Bermain bersama teman-teman se usiaku adalah kesukaan yang tiada tara. Bermain kelereng, patuk lele, martumbang, marpisse, marjukkit, marsitekka, margala, martar (sejenis petak umpet), marsiada, marlupuk, marpakpak dan masih banyak lagi merupakan permainan yang sering kami mainkan. Selain permainan ada juga pekerjaan dan petualangan yang tidak kalah menyenangkan seperti marmahan, marpikket, marsoban dan yang lain. Benar-benar dunia rasanya hanya milik saya dan teman-teman sepermainanku.

Dengan berjalannya waktu, usiapun bertambah dan duniakupun semakin luas. Selain Dolok Sitanggurung ternyata ada juga Dolok Nagodang, Bangun Dolok, dolok simarbalatuk dan Dolok Simanukmanuk bahkan dolok yang belum aku tau namanya. Selain Binanga Naborsahan ternyata ada juga Binanga Sisera-sera. Selain dolok dan binanga ternyata ada juga Tao Toba. Selain kampungku Sipanganbolon ternyata ada juga kampung yang lain, Girsang, Sibisa, Aeknatolu, bahkan ada kota Parapat dan Pekan Tigaraja. Dunia bukan lagi hanya milikku dan teman sepermainanku. Ternyata dunia milik banyak orang, termasuk orang-orang asing yang tidak aku kenal, bahkan milik pamangus yang sangat kutakuti.

Hidup tidak lagi sesederhana bermain kelereng atau marsoban ke Sithoan. Mengayuh cangkul sepulang dari sekolah menjadi rutinitas yang tidak mungkin dihindari. Waktu bermainpun harus dikurangi dan bahkan lebih sering harus dilupakan. Sawah dan sekolah menjadi semacam jeruji yang menjauhkanku dari arena bermain. Dunia yang kutau memang semakin luas, tetapi dunia yang bisa kujangkau semakin sempit. Semakin banyak aturan tidak tertulis yang tidak boleh dilanggar.

Dunia sekolah telah membuka mataku, bahwa ada dunia yang lebih besar di luar sana. Dunia yang menjanjikan masa depan yang lebih baik yang penuh dengan situakniloba (madu). Aku ingin juga ikut menikmati situakniloba itu, tetapi apa daya untuk sementara aku tak mampu. Perlu pengorbanan yang luar biasa menuju ke sana dan sekolah adalah satu-satunya jalan bagiku.

Tidak mudah memang menjalani rutinitas yang menjemukan dan melelahkan itu, sekolah dan sawah,  tetapi selalu ada orang-orang yang menyemangati. Bapakku bukanlah laki-laki paling pintar sedunia, tetapi nasehat dan pandangan-pandangan serta kisah perjuangannya di masa lalu begitu kuat memotivasi aku untuk terus berjuang. Ibuku bukanlah perempuan paling baik sedunia, tetapi cinta kasihnya yang begitu besar dan tulus selalu mengingatkanku untuk tidak menyerah. Abang dan kakakku bukanlah orang-orang terhebat sedunia, tetapi kepatuhan mereka kepada kedua orang tua kami serta kerja keras mereka menggerakkan kakiku untuk tetap melangkah menuju dunia sana yang penuh dengan situakniloba itu.

Motivasi, teladan, semangat dan kasih sayang dari mereka yang kukasihi membangkitkan sebuah mimpi besar. Mimpi suatu saat akan mewujudkan harapan-harapan mereka. Mimpi suatu saat aku akan menghapus air mata dari pipi mereka. Kedengaran berlebihan memang, tetapi itulah adanya dalam jiwa mudaku.

Sekali lagi perjalanan itu memang tidak mudah. Sering kali aku kelelahan dan ingin berhenti dan kembali ke duniaku yang sederhana, sesederhana main kelereng dan marsoban ke Sitahoan, tetapi mimpi itu terlalu besar untuk dilupakan. Mimpi itu begitu kuatnya menarik aku dari setiap kelelahanku. Setiap kali aku menatap wajah orang yang kukasihi, mimpi itu semakin besar dan semakin besar hingga mimpi itu bagaikan roh yang telah merasuk kedalam sanubariku.

Kini, dunia sana yang dulu kutau penuh dengan situakniloba itu, sebagian telah menjadi duniaku. Namun tak sepenuhnya benar dunia baru ini penuh dengan situakniloba. Mimpi yang dulu merasuki sanubariku masih aku simpan, walaupun sebagian dari yang kukasihi telah pergi sebelum harapan mereka kuwujudkan dan sebelum air mata dari pipi mereka aku hapus. Pingin rasanya memanggil mereka kembali, mewujudkan harapan-harapan mereka, menghapus air mata dari pipi mereka dan menikmati situakniloba ini bersama mereka. Kadang di kesunyian air bening menggantung di kelopak mata ketika wajah mereka melintas di angan. Mengingat semua perjuangan dan kasih sayang mereka hingga aku bisa sampai sejauh ini.

Mereka yang telah pergi tidak mungkin kembali, tetapi perjuangan tidak boleh berhenti. Mimpi harus diwujudkan kepada mereka yang masih ada dan kepada kekasih baru yang kini menjadi pengganti mereka yang telah pergi.

Tersenyumlah kalian kekasih yang telah pergi ke dunia sana, walaupun saya belum sempat menghapus air mata kalian. Aku yakinkan dalam hati ini untuk tetap mewujudkan harapan-harapanmu yang dulu sayup-sayup kudengar dalam doamu kepada Pencipta. Wajah kalian akan tetap menjadi penyemangat dalam perjalanan ini.

Dunia kini tidak lagi sebatas Dolok Sitanggurung dan Binanga Naborsahan, namun sudah bisa digenggam dan dimasukkan ke dalam kantong celana. Dulu, hanya dunia sana yang penuh situakniloba, kini situakniloba ada dimana-mana. Tetap semangat, bekerja keras dan mari menikamti situakniloba dimanapun kita berada.

Iklan

Masa Depan yang Lebih Baik

Aurora Masniari Sinaga
Aurora Masniari Sinaga

Masa lalu adalah kenangan
Masa kini adalah kenyataan dan
Masa depan adalah harapan

Ungkapan di atas sering saya baca di berbagai status, tulisan atau komentar dari banyak orang di internet. Berbicara mengenai masa lalu, banyak orang yang beranggapan kalau masa lalu adalah sesuatu yang harus dilupakan bahkan mungkin dibenci. Menurut mereka, membicarakan atapun hanya sekedar mengenang masa lalu akan menghambat dirinya maju menuju masa depan. Orang-orang seperti ini menganggap segala sesuatu yang berhubungan dengan masa lalu adalah kemunduran, kekunoan, bahkan kemelaratan. Masa kini, masa depan, modernitas dan sebagainya adalah dambaan mereka. Mereka tidak mau ketinggalan dengan segala hal baru. Mulai dari informasi terbaru, produk terbaru, gaya terbaru dan semua hal yang baru-baru. Setiap kali muncul produk yang baru mereka segera meninggalkan produk yang lama. Bahkan mereka ini sangat mengagumi semua yang instan, termasuk mie instan tentunya.

Di lain pihak banyak juga orang yang sangat mengagung-agungkan masa lalu. Mereka-mereka ini menganggap masa kini lebih buruk dari masa lalu. Masa lalu jauh lebih baik, lebih disiplin, lebih bermoral dan sebagainya. Orang-orang ini selalu menolak hal-hal baru. Mereka beranggapan bahwa hal-hal baru itu adalah musuh yang akan merusak kehidupan mereka. Hal-hal baru adalah penyakit yang akan mengganggu kesehatan mereka. Mereka ini akan berusaha menjalani hidup secara tradisional. Merka menghindari produk-produk yang instan, walaupun mereka sesekali juga mau memakan mie instan dikala tidak ada pilihan lain. Mereka ini lebih suka membaca koran daripada membuka detik com. Mereka ini lebih suka jalan kaki atau naik sepeda dari pada naik motor. Mereka ini lebih suka belanja ke pasar inpres daripada ke carefour. Mereka ini lebih suka minum kopi di lapo dari pada di Starbucks atau hanya sekedar singgah di J Co. Mereka ini lebih memilih membeli ayam di pasar, memotongnya lalu menggorengnya sendiri di rumah daripada makan di KFC atau McD.

Mungkin perbandingan di atas terlalu berlebihan, tetapi saya yakin ke dua tipe manusia di atas pasti ada. Saya sendiri tidak ingin menjadi salah satu diantara mereka. Saya tak ingin menjadi orang yang membeci masa lalu lalu memuja masa depan atau yang sebaliknya. Tetapi saya juga tidak ingin menjadi orang yang tidak berpendirian karena tidak memilih salah satunya. Saya pikir ini bukanlah pilihan benar salah sepeti soal-soal yang pernah kujumpai ketika saya masih duduk di bangku sekolah.

Bagi saya, masa lalu, masa kini dan masa depan adalah sebuah rangkaian yang utuh dan tidak terpisahkan antara yang satu dengan yang lain. Semua manusia punya masa lalu, masa kini dan masa depan, walapun pasti setiap orang punya kenangan yang berbeda dimasa lalu, kenyataan yang berbeda dimasa kini dan harapanyang berbeda di masa depan.

Masa lalu merupakan sebuah masa yang menghasilkan keberadaan seseorang di masa sekarang. Mungkin banyak orang yang kurang senang dengan masa lalunya, atau bahkan membencinya. Mungkin ada orang yang menyesal telah melakukan suatu kesalahan di masa lalu. Semua itu sah-sah saja. Masa lalu memang tidak bisa dirubah, bahkan sang pencipta sekalipun tidak mampu merubahnya, tetapi masa lalu menjadi pelajaran berharga menuju masa depan yang lebih baik. Melupakan masa lalu tidak menjamin masa depan yang lebih baik. Melupakan masa lalu kemungkinan besar akan mengulang kesalahan yang sama di masa yang akan datang. Secara berkala masa lalu harus dikenang dan dijadikan pelajaran untuk menambah kemampuan menuju masa depan yang lebih baik. Namun mengenang masa lalu secara berlebihan juga tidak baik. Jangan sampai terjebak di masa lalu, sehingga kita susah bergerak menuju masa depan.

Masa kini adalah kenyataan. Oleh karena itu setiap orang harus melakukan sesuatu pada masa kini untuk menghasilkan masa depan yang diinginkan. Masa depan yang baik adalah buah dari kerja hari ini. Tidak mungkin masa depan seseorang menjadi lebih baik bila hari ini dia tidak melakukan apa-apa. Namun demikian, kerja keras hari ini belum tentu menghasilkan masa depan yang lebih baik. Masa depan yang baik akan dihasilkan dari kerja keras hari ini yang dilakukan dengan benar. Bekerja keras dengan benar adalah bekerja berdasarkan pelajaran-pelajaran akan masa lalu. Masa lalu adalah pengalaman berharga yang menjadi guru paling ampuh untuk melangkah menuju masa depan.

Ayugeera Tiar Sinaga
Ayugeera Tiar Sinaga

Masa depan adalah harapan. Semua manusia normal pasti mengharapkan masa depan yang lebih baik. Hanya orang gila yang tidak ingin hidupnya lebih baik di masa depan. Lebih dari hanya sekedar berharap, banyak orang bermimpi, terobsesi bahkan tergila-gila akan masa depan yang luar biasa. Harapan akan hidup yang lebih baik inilah yang menyemangati seseorang untuk bekerja keras. Harapan akan masa depan yang lebih baik inilah yang menyemangati seorang petani untuk selalu bangun pagi, berangkat ke sawah, menanam dan memupuk tanamannya. Harapan akan masa depan yang lebih baik inilah yang menyemangati seorang ibu berangkat ke pasar berjualan sayuran. Harapan akan masa depan yang lebih baik inilah yang menyemangati orang tua yang bersusah payah menyekolahkan anaknya. Harapan akan masa depan yang lebih baik ini jugalah yang menyemangati saya untuk selalu bangun dini hari, berlari mengejar bis Mayasari P9A, berdiri berdesakan di dalam bis tak ber-AC itu menuju kantor setiap hari. Masa depan yang lebih baik yang ingin saya capai bukan hanya untuk saya pribadi, tetapi untuk keluarga kecil saya, terlebih masa depan kedua bidadari kecil di rumah kami. Masa depan menjadi semacam kado ulang tahun yang akan diterima sebagai imbalan untuk setiap tindakan di masa lalu dan di masa kini.

Hari ini tidak lagi penting memperdebatkan mana yang lebih baik mengutamana masa lalu, masa kini, atau masa depan. Yang penting sekarang adalah bagaimana mengenang masa lalu dengan segala kelebihan dan kekurangannya menjadi pelajaran dan harapan akan masa depan yang lebih baik menjadi penyemangat agar hari ini kita bekerja keras dengan benar dan penuh semangat.