Berpikir Kritis

Dua hari aku istirahat di rumah. Baru hari ini masuk kantor kembali. Aku istirahat di rumah atas rekomendasi dokter. Kata dokter itu, sakit mata yang aku derita tidak begitu berbahaya, tiga hari juga akan sembuh, tetapi penyakit ini sangat cepat menular. Penyakit ini disebabkan oleh kuman dan menular melalui udara. Memang, aku kena sakit mata ini setelah ponakanku di rumah terkena duluan dan kemudian ponakanku yang lain juga tertular.

Waktu kecil, aku pernah juga terkena penyakit yang sama (lupa berapa kali, tapi lebih dari satu kali). Waktu itu aku percaya kalau penyekit ini dapat menular melalui pandangan. Artinya kita akan tertular kalau kita melihat mata orang yang telah terkena sakit tsb. Pengertian ini aku terima saja tanpa bertanya, bagaimana caranya sebuah penyakit akan tertular hanya melalui pandangan saja…? Aku menerima pengertian ini sama halnya dengan orang yang percaya kalau seseorang bisa hamil hanya melelui ciuman, atau hamil hanya karena mimpi bersetubuh.

Hari ini aku tertawa dengan pengertian itu. Tapi memang itulah, sering kali kita menerima saja sebuah ajaran, kebiasaan, mitos, atau apalah namanya tanpa memikirkan apakah hal tersebut masuk akal, atau ada dasar pemikiran yang logis. Sering kali kita menerima sesuatu mentah-mentah dan menjejalkannya ke dalam kepala. Kita sering kali tidak kritis terhadap hal-hal yang ada di sekitar kita. Kita sering kali melihat persoalan secara subjektif. Berdasarkan siapa yang berkepentingan dengan persoalan tersebut.

Kita manusia adalah ciptaan paling sempurna (walaupun sebenarnya tidak ada penghuni bumi ini yang sempurna) dilengkapi dengan akal budi dan hati nurani. Kedua alat kelengkapan inilah yang sangat membedakan manusia dengan ciptaan yang lain. Akal budi dan hati nurani seharusnya digunakan secara optimal. Tetapi mengapa kita sering lupa kalau kita memiliki akal budi dan hati nurani…? Kalau demikian, apa bedanya kita dengan binatang…? Mau disamakan dengan binatang..? (tentu tidak ada yang mau)

2 Replies to “Berpikir Kritis”

  1. bener bgt tuh slama ini slalu nerimo aja tanpa mau tau ini knapa, bgm, koq bisa? ya udah emang udah begitu tanpa mau tau knapa bisa begitu?hee..mulai skrg kt hrs brpikir kritis….

  2. bener bgt tuh slama ini slalu nerimo aja tanpa mau tau ini knapa, bgm, koq bisa? ya udah emang udah begitu tanpa mau tau knapa bisa begitu…? mulai skrg kt hrs brpikir kritis….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s