PULANG KAMPUNG (Part 3….?)

Namun tak lama kemudian mereka pamit karena mereka akan melanjutkan perjalanan ke rumah tulang sibuttuan. Tulang sibuttuan adalah adik ibuku yang tinggal di kampung sibuttuon sekitar 1 km dari rumah orang tuaku. Tulang itu baru meninggal setahun yang lalu.
………………………………

cimg0104Sebelum cerita pulang kampung ini selesai ditulis, ada sebuah kejadian luar biasa yang memaksa penulis untuk menghentikannya. Tepatnya tanggal 28 januari 2009, sebuah berita yang sangat tidak diinginkan memaksa penulis untuk segera kembali pulang ke kampung. Ibu yang sangat saya cintai yang saya ceritakan di cerita pulang kampung tersebut dipanggil Yang Maha Kuasa.

Belum lagi aku lupa seyum itu. Senyum tulus yang engkau hadiahkan untuk meyakinkan kami kalau kau baik-baik saja. Rasa Hangat jemarimu pun masih terasa di genggamanku. Jemari yang tampa pamrih telah menghantarkan kami ke kehidupan yang layak dalam ukuran kehidupan yang luhur. Sorot matamu masih jelas tergambar di hadapanku. Sorot mata yang selalu menjagai kami bila kami lalai, lemah atau tersesat. Suaramu yang lemah, nyaris berbisik masih jelas bersemayam di telingaku. Suara yang selalu mengajar kami akan kebaikan dan kehidupan yang lebih baik. Keriput di wajahmu yang menggambarkan masa-masa sulit yang kau lalui masih segar di benakku.

Namun kini engkau telah pergi untuk selamanya tanpa sepotong kata-kata berpisah. Tanpa seucap selamat tinggal. Rasanya waktu berlari begitu cepatnya dan aku tak sanggup mengejarnya. Aku bingung, aku kacau, aku tak tau harus berbuat apa-apa. Rasanya tulang-tulangku rontok bagaikan gelas yang jatuh di atas lantai. Pecah berkeping-keping dan terhambur beserakan di lantai. Rasanya langitku runtuh saat itu. Seketika duniaku gelap

Yang ada hanyalah sejuta penyesalan yang tak kupahami mengapa aku mesti menyesal. Yang tertinggal hanyalah berjuta kenangan yang hari ini aku tak sanggup memaknainya.
Aku bingung dengan air mata yang meleleh di pipiku. Air mata yang tak sanggup aku bendung jatuh hingga ke tanah. Membasahi tanah di halaman rumah kita.

bersambung…..

Iklan