Reunion (bagian 8)

Para ibu dan gadis-gadis tidak melewatkan backgraund yang cantik itu untuk berselfie ria. Segala macam gaya dan model mereka peragakan. Semua sudut-sudut yang indah mereka bidik. Seyum- seyum terbaik mereka perlihatkan. Gigi-gigi putih yang tadi pagi sengaja digosok dengan odol lebih banyak di tunjukkkan lebar-lebar. Satu…, dua…, tiga…, seyum… chisss…. Laman-laman Facebook pun mulai diramaikan oleh pose-pose mereka. Group-group WA pun tidak ketinggalan, membuat iri para saudara dan teman yang tidak bisa ikut di acara itu.

Waktu mendekati jam delapan pagi ketika sebuah mobil berhiaskan kembang memasuki halaman Confrence Hall. Mobil itu berhenti persis di depan pintu masuk yang juga dihiasi dengan kembang berbagai rupa dan warna. Seorang pria yang tidak asing lagi bagiku membuka pintu depan dan turun dari belakang setir mobil. Dia mengenakan baju safari abu-abu mengkilap, beda dari tampilan biasanya. Rambutnya yang agak keriting dan kumis tipisnya serta tubuhnya yang gempal membuat dia sangat gampang dikenali. Dia adalah anak namboruku yang tinggal di dekat terminal Parapat. Dia adalah pria pekerja keras yang selalu siap sedia mengerahkan seluruh tenaga dan pikirannya setiap kali keluarga kami mengadakan acara, bahkan bila kami hanya sekedar minta tolong. Pria itu kami kenal dengan Jin atau Bapak Iin.

Bapak Iin membuka pintu belakang dan dari sana turun seorang pria berkulit putih mengenakan stelan jas hitam rapih. Rambutnya yang berwarna coklat cerah dipotong pendek dan disisir rapih.  Pria itu menuntun tangan seorang wanita yang mengikutinya turun dari mobil. Wanita itu mengenakan gaun putih panjang. Ditangannya ada rangkaian kembang dengan dominasi warna putih. Turun dari mobil, mereka berdua bergandengan tangan memasuki ruangan. Aura kebahagiaan dan suka cita tergambar dari raut wajah mereka. Senyum sumringah yang renyah selalu membuncah dari bibir mereka. Semua yang saudara dan undangan yang telah hadir datang mendekat menyambut kedatangan mereka. Suasana pagi itu semakin ceria penuh kegembiraan. Mereka berdualah bintang utama dari acara besar hari ini. Mereka berdualah mempelai yang akan mengikat janji hari ini untuk hidup bersama. Merekalah pengantin yang hari ini akan menjadi hela dan parumaen itu. Dialah Juha dan Inggrid.

Biasanya acara seperti ini diawali dengan acara sibuhabuhai, namun kali ini acara sibuhabuhai tidak dilakukan, melainkan hanya sekedar makan sarapan pagi, prosesi pemberangkatan dan diakhiri dengan doa oleh Tulang Napitu. Acara prosesi pemberangkatan ini tidak berlangsung lama karena jam sembilan tepat misa pemberkatan di gereja akan dimulai.

Dengan tidak membuang banyak waktu, kedua mempelai kembali ke mobil yang tadi membawa mereka ke sini. Semua orang juga bergegas menaiki mobil masing-masing dan mobil angkutan yang ada di sana.  Secara konvoi semua mobil bergerak menuju sebuah gereja besar yang tidak jauh dari gedung konfrence hall itu. Ansambel musik tiup yang menyanyikan lagu-lagu gereja mengawal konvoi itu. Tidak butuh waktu lama, kurang dari lima menit rombongan sudah tiba di depan gereja yang megah itu.

10471891_519435244852980_1790477322_nInilah Gereja HKBP Parapat yang menjadi salah satu icon baru kota Parapat itu. Inilah salah satu gereja terindah yang pernah dipunyai HKBP. Bangunan gereja ini mengambil ciri khas gereja-gereja eropa yang megah dan menjulang tinggi. Gereja ini juga dihiasi ornamen rumah bolon dengan gorganya yang menjadi identitas orang batak. Tanah yang berkontur membuat gereja ini semakin tampak perkasa berdiri di ketinggian. Dari halaman parkirnya kita harus mendongak ke atas untuk melihat salib yang ada di atas menaranya. Dari teras gereja ini kita akan memandang ke Danau Toba yang luas di depan. Rasanya kita berada di sebuah negeri lain ketika kita berada di halaman gereja ini. Inilah kali pertama saya ke gereja ini sejak selesai direnovasi. Di bangunan gereja yang lama saya pernah beribadah beberapa kali.

Hari ini ada dua pemberkatan nikah yang akan dilangsungakan di gereja HKBP Parapat. Juha dan Inggrid menjadi pasangan pertama yang akan mengikuti prosesi pemberkatan nikah, sehingga harus dilaksanakan lebih pagi.

bersambung ke bagian 9.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s