Cyrellus Simanjuntak

Saya tidak menyangka kalau HKBP Sipanganbolon telah berdiri lebih dari 1 abad. Luar biasa…. Itu artinya orang-orang yang menyaksikan berdirinya gereja tersebut tidak ada lagi yang hidup. Saya tidak tahu kapan persisnya HKBP Sipanganbolon berdiri {mungkin ada teman-teman yang tahu….?}, tetapi kemarin saya menemukan sebuah buku biografi seseorang yang pernah menjadi Guru Huria di HKBP Sipanganbolon pada tahun 1917 – 1919. Dia adalah Cyrellus Simanjuntak.

Mungkin hanya sedikit informasi yang diberikan di buku itu mengenai Sipanganbolon, namun informasi yang sedikit itu memberikan makna yang cukup besar bagi saya terutama mengenai keberadaan HKBP Sipanganbolon. Saya jadi berpikir, sudah adakah sejarah HKBP Sipanganbolon yang dituliskan? Sejarah bukan hanya sekedar masa lalu yang usang dan tidak mungkin diubah. Sejarah menjadi begitu penting ketika kita mengetahui perjuangan orang-orang yang ada di dalamnya. Perjuangan merekalah yang telah membentuk apa yang ada sekarang. Dengan sejarah kita bisa belajar untuk menghasilkan kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang.

Kembali ke buku biografi yang saya baca tersebut. Di dalam buku itu dituliskan ketika Cyrellus Simanjuntak dinobatkan menjadi Guru Jemaat HKBP Sipanganbolon oleh Tuan Pdt.Muller, di Sipanganbolon ada tiga kerajaaan yaitu Sidarukut, Portibi dan Sidatapintu. Saya merasa aneh dengan ketiga nama tersebut. Apakah ketiga nama yang dimaksud adalah Sidasuhut, Porti dan Sidahapintu…? Karena ketiga nama yang saya sebutkan terakhirlah yang sekarang ada di Sipanganbolon bersama dengan Sidallogan, Simaibang dan Simandalahi. Perlu penelusuran lanjut untuk hal ini.

Buku tersebut juga menuliskan bahwa ketikaitu {tahun 1917} penduduk Sipanganbolon berjumlah sekitar 750 kepala keluarga dan baru 31 keluarga yang sedah beragama Kristen. Kalau memang benar demikian berarti ada sekitar 719 keluarga {96%} yang belum kristen. Belum kristen berarti bisa saja tidak beragama atau agama lain seperti parmalim dan sipele begu. Waww…. Informasi yang lain dari buku itu adalah ketika Cyrellus di Sipanganbolon ada dua orang raja yang dibabtis menjadi kristen yaitu Raja Gajus Sinaga dan Raja Daud Sinaga. Sipakah gerangan kedua raja ini…?

Akhirnya buku biografi Cyrellus Simanjuntak menimbulkan keingintahuan saya akan sejarah Sipanganbolon khususnya HKBP Sipangabolon dimana saya dibaptis, disidi dan dipasupasu {menerima pemberkatan pernikahan kudus}.

Iklan