Hasian

Sejak pertama seseorang mengenalkanmu kepadaku,

aku sudah jatuh cinta,

walaupun aku belum melihat wajahmu,

bahkan belum mengetahui siapa namamu.

 

Aku ingin segera bertemu denganmu sayang.

Aku tidak sabar segera melihat wajahmu,

mencium keningmu, membelai rambutmu,

bahkan mencurahkan segala cintaku kepadamu.

Namun Tuhan menghendaki aku harus menunggu lama.

Selama berbulan-bulan aku menanti dengan tidak sabar.

 

Ketika waktunya akan tiba bertemu dengan dirimu,

degup jantungku terasa berlari kencang.

Akankah dirimu sesempurna yang aku harapkan…?

Akankah wajahmu secantik yang aku bayangkan…?

Banyak pertanyaan yang tidak penting memenuhi rongga kepalaku.

Semua pertanyaan itu tak bisa kujawab dan membuat aku gugup.

Semakin dekat waktunya aku semakin gugup.

 

Akhirnya dalam keadaanku yang was-was, khawatir, gugup, Tuhan mempertamukan kita.

Dan pandangan pertama kita menghilangkan semua khawatir itu seketika.

Aku benar-benar bahagia.

Ternyata kau begitu sempurna sayang..!

Kau bahkan lebih cantik dari apa yang kubayangkan sebelumnya.

 

Kini hampir setahun kita hidup bersama.

Engkau telah memberikan banyak kebahagiaan,

Walau memang kuakui kadang-kadang aku tidak bisa mencurahkan seluruh waktuku kepadamu,

tetapi cinta dan sayangku akan selalu utuh kepadamu.

 

Boru Hasian…

29 Desember ini genaplah setahun usiamu.

Banyak sudah yang telah kita lakukan bersama selama setahun ini

Saya kagum akan perkembanganmu.

Ketika kamu menangis untuk yang pertama kalinya

Ketika kamu membuka mata untuk yang pertama kalinya

Ketika kamu mulai bisa membalikkan bandan

Ketika kamu mulai bisa duduk

Ketika gigimu mulai tumbuh

Ketika kamu mulai bisa berdiri

Semua itu itu sungguh-sungguh hadiah terindah dari Tuhan buat aku dan ibumu.

 

Kadang-kadang aku dan ibumu begitu khawatir

ketika kamu demam,

ketika kamu mogok makan,

ketika kamu lemas karena diare,

ketika ee’ mu keras

ketika kamu menangis sejadi-jadinya

ketika aku harus meninggalkan kamu berdua saja dengan ibumu untuk urusan pekerjaan,

bahkan ketika dokter menyuntik vaksin ke tubuhmu, ibumu tidak berani melihat.

Itu semua menjadi pengalaman baru dan luar biasa bagi aku dan ibumu.

 

Boru Hasian…

Hanya dalam hitungan hari engkau akan memasuki tahun kedua kehidupanmu.

Aku yakin akan semakin bayak pengalaman-pengalaman baru yang akan kita alami

Dan aku tidak sabar menunggu pengalaman-pengalaman itu.

Mungkin diantara pengalaman-pengalaman itu ada yang tidak kita harapkan.

Tidak apa-apa boru, Tuhan akan menguatkan kita untuk menjalaninya.

 

Aku dan ibumu ingin kita bertiga saja yang merayakan ulang tahunmu.

Untuk itu ibumu telah memesan kue ulang tahun.

Mudah-mudahan nanti tidak turun hujan

sehingga kue ulang tahun mu dikirim kerumah kita tepat waktu.

 

Selamat menyambut hari jadi yang pertama boru hasian Aurora Masniari Sinaga

Selamat menjalani pengalaman-pengalaman baru

Tuhanlah senantiasa yang menjadi kekuatan kita.