Logika dan Emosi

Pernahkah kita berpikir mengapa otak ada di kepala dan hati ada di dada?

Dalam menjalani hidupnya,

manusia harus menggunakan otak,

mengunakan pikiran,

menggunakan logika.

Sebelum melakukan segala sesuatu, harus dipikirkan hasil atau akibat dari apa yang akan dilakukannya (walaupun tak selamanya hasil sesuai dengan harapan)

Tetapi bila hanya menggunakan otak, maka manusia akan hidup seperti robot.

Karena itu perlu ada hati,

perlu ada emosi,

sehingga hidup akan lebih berseni, lebih indah.

Tetapi mengapa otak ada di kepala dan hati ada di dada?

Logika harus lebih tinggi dari emosi.

Pikiran harus bisa menguasai perasaan

Hati boleh panas

Hati boleh marah

Hati boleh menangis

Tetapi….

Pikiran harus tetap dingin

Pikiran harus tetap jernih

Pikiran harus tetap damai

Dengan demikian hidup akan seimbang dan indah

Bila hati lebih tinggi dari otak

Bila emosi menguasai logika

Itu artinya otak ditaruh di dengkul dan hidup akan amburadul

The Office, 07 September 2007

Sang Matahari

Iklan

Anugrah Terindah

Satu kali aku pernah bertanya pada seseorang.

“Apakah anugrah terindah yang pernah diberikan TUHAN kepada manusia?”

Dia jawab “menikah”

Benarkah..?

The Office, 07 September 2007

Sang Matahari

Kamu Memiliki Hati dan Itu Lebih dari Cukup

Yang aku mau kamu tetap menjadi dirimu

Yang aku mau kamu masih mau melakukan kesalahan-kesalahan

Yang aku mau kamu masih mau mengingkari janji-janji

Yang aku mau kamu masih mau marah-marah

Yang aku mau kamu masih mau membenci

Yang aku mau kamu masih mau berbohong

Yang aku mau kamu masih mau menangis

Yang aku mau kamu masih mau cemburu

Yang aku mau kamu masih mau melakukan semua itu.

Karena kamu bukan dewa.

Kamu adalah manusia biasa, seperti aku juga manusia biasa

Melakukan kesalahan, mengingkari janji, marah-marah, membenci, bebohong, menangis, cemburu, tak akan jadi masalah selama kita mengingat bahwa ada kasih yang luar biasa di hati kita yang akan menutupinya.

Kamu tak perlu harus bangun lebih pagi dari biasanya

Kamu tak perlu harus merubah cara bicara

Kamu tak perlu harus merubah potongan rambutmu

Kamu tak perlu harus menambah makeup di wajahmu

Kamu tak perlu harus mengganti pakayanmu dengan yang baru

Kamu tak perlu harus mengganti kacamatamu dengan lensa kontak

Kamu tak perlu harus memoleskan lipstik di bibirmu

Kamu tak perlu harus menaruh deodorant di ketek atau parfum di tubuhmu

Kamu tak perlu harus mengikuti kursus memasak

Kamu tak perlu harus membalas setiap sms-ku

Kamu tak perlu harus membalas setiap email-ku

Tak ada syarat apapun yang kuminta,

Karena aku tau kamu sudah memiliki apa yang aku butuhkan.

Aku tau kamu memiliki hati. Itu saja sudah lebih dari cukup.

The Office, 07 September 2007

Sang Matahari

Rambut Putih

Ini adalah sebuah percakapan antara seorang anak dengan ibunya

Anak : “Ma, rambut mama udah ada yang putih lo ma!”

Ibu : “Itu karena kamu nakal, suka melawan mama”

Anak : “Masak sih ma?”

Ibu : “Iya, setiap kali kamu melakukan satu kenakalan atau setiap kali kamu melawan mama, satu helai rambut mama akan berubah jadi putih”

Anak : “Benar ma?”

Ibu : “Benar. Makanya kamu gak boleh nakal lagi”

Anak : “Tapi ma…..”

Ibu : “Tapi apa?”

Anak : “Berarti mama lebih nakal dari aku dong ma..!”

Ibu : “Kenapa kamu bilang begitu?”

Anak : “Ya iya lah ma, rambut nenek kan udah putih semuanya”

Ibu : “…..@#$*&..??????”

Ditulis kembali dari sumber yang tak diketahui.

The Office, 07 September 2007

Sang Matahari

Your Promise

Baru saja HP-ku berbunyi (09.40 AM)

Setiap kali HP-ku berbunyi aku selalu berharap kamulah yang menelepon, untuk memenuhi janjimu.

Kamu telah janji akan meneleponku, atau hanya sekedar mengirimku sebuah sms.

Teryata bukan kamu.

Sebuah undangan kebaktian bulanan se-DESDM dari Indra.

Aku harus menunggu lebih lama lagi sampai kamu memenuhi janji itu.

I’m waiting for your promise to call me.

The Office, 07 September 2007

Sang Matahari

Pariban

Boru ni tulang bagi seorang laki-laki atau anak ni namboru bagi seorang perempuan adalah sesuatu yang istimewa dalam kekerabatan suku batak. Hubungan ini disebut dengan pariban. Mengapa hubungan pariban menjadi sesuatu yang istimewa? karena menurut adat batak, hubungan inilah yang dibolehkan untuk menikah. Saya pernah baca sebuah buku yang mengatakan bahwa apabila hubungan kekerabatan seorang isteri dengan suaminya semakin dekat, maka peluang anak yang dilahirkan menurunkan sifat2 genetik yang buruk (resesif) akan semakin besar. Dan sebaliknya, bila semakin jauh maka peluang sifat baiklah (dominan) yang lebih besar diturunkan. Jadi menurut ilmu biologi khususnya genetika, sangant tidak dianjurkan orang yang marpariban menikah. Tetapi di lain sisi hubungan pariban memciptakan sebuah keteraturan.

Aturan menikah dengan pariban sekarang tidak lagi menjadi sesuatu yang mutlak, walaupun masih banyak para orang tua mengharapkan anaknya menikah dengan pariban, bahkan ada orang tua yang telah menjodohkan anak mereka sejak kecil. Di kota besar seperti jakarta, budaya tersebut sudah bergeser. Anakmuda batak yang tinggal di kota sudah memiliki banyak pilihan yang lebih menarikdan menggiurkan. Pariban bukan lagi satu-satunya pilihan. Suku lain seperti jawa, sunda, menado menjadi pilihan yang menggiurkan. Jujur… suku-suku tersebut umumnya berparas lebih ayu dari orang batak batak yang katanya wajahnya marsuhi-suhi. Bahkan orang asing atau negara lain menjadi pilihan yang lebih menggoda. Orang eropa, amerika, cina, india bahkan timur tengah benar-benar menggoda pemuda/pemudi batak. Mereka benar-benar luarbiasa baik phisik maupun cara berpikir.

Aku sempat terbuai dengan cara berpikir kebanyakan orang batak kota. Pariban bukan lagi pilihan. Menikah dengan pariban merupakan kemunduran, ketidakbebasan, kebodohan, ketakutan dan lain sebagainya. Aku ingin menjadi orang yang merdeka, maju dan mendunia. Aku melihat suku lain bahkan warga negara lain lebih segala galanya dibanding orang-orang batak. Wajahnya, bodynya, cara berpikirnya, pergaulannya, percaya dirinya, kekayaannya dan semuanya. Merekalebih.

Tetapi tiba-tiba aku sadar dari lamunanku. Hpku berdering….

“Halo….”

“Halo…. Bang..! aku mau menikah. Abang kasi aku kado ya…..!”

Paribanku yang beberapa tahun yang lalu masih mengenakan seragam putih-merah akan menikah. Lamunanku pun buyar dan terbang hilang entah kemana. Seketika aku merasa menjadi orang yang paling tua didunia ini. Aku kembali mengevaluasi pikiran-pikiranku sampaipada satu kesimpulan “Tidakada yang salah dengan hubungan pariban”

Hubungan pariban diciptakan agar manusia itu bermartabat dalam menjalani kehidupan dan dalam proses regenerasi. Hubungan pariban menampung segala hasrat, perasaan, gejolak, emosi dalam etika yang bermoral. Pariban adalah sebuah seni hubungan tingkat tinggi yang sarat makna. Pariban adalah satu dari karya cipta terbesar yang pernah diciptakan manusia. Hargailah, nikmatilah, lestarikanlah dan syukurilah.

Jolo tiniptip sanggar ito

da bahen huru-huruan da

jolo sinukkun marga

asa binoto ito da partuturan da.

Manukkun marga ma au ito

ai boru aha do da inang da

ito parjambulan na ganjang

ai boru aha baru aha do da inang da

Molo na marpariban do dang sala marsipakkulingan da

Molo na mariboto do da lehon au lehon aum arnapuran da

Selamat berbahagia pariban…!

Apakah wajah pariban itu marsuhi-suhi..? Tidak..!!!!!!

mywondwrfulloffice, 30 juni 2008

sangmatahari

Di Sini Aku Merindu

Aku tak bisa memaksamu menuliskan namaku di bait-bait puisimu

Aku tak bisa memaksamu menghadirkan wajahku di mimpi-mimpimu

Aku tak bisa memaksamu menyebut namaku di dalam doa-doamu

Aku tak bisa memaksamu merindukan diriku di hari-harimu

Aku tak bisa memaksamu walau aku sangat mengharap.

Aku selalu menuliskan namamu di bait-bait puisiku

Aku selalu menghadirkan wajahmu di mimpi-mimpiku

Aku selalu menyebut namamu di dalam doa-doaku

Aku selalu merindukan dirimu di hari-hariku

Aku selalu mengharapkanmu walau aku tak bisa memaksa

Naluriku berkata kamulah jawaban doa-doaku

Hatiku berkata kamulah anugrah terindah itu

Tapi aku tak tau harus memulai dari mana

Aku merana di sini dalam gelisah, gundah dan galau

Aku tau hanya kamulah jawaban dari gelisah, gundah dan galau ini

Tapi aku tak tau harus memulai dari mana

Disaat rinduku tak terbendung,

Aku memanggil namamu

Aku memeluk bayangmu

Aku tak bisa memaksamu dan aku tak tau harus memulai dari mana

Istana kecilku, 06 September 2007

Sang Matahari

Beta Marende

Boanon Hu Do Ho

Sian dia ma mulaionku
lao mandok tu ho holong ni roha
horas ma ito
horas hasian

Nungnga tung leleng marsitandaan
dang adong dope lao siingoton
ro do au ito
ro do au tu ho

Reff :

Molo dung hon saut hita mardongan
naeng tong tong nian marsihaholongan
unang ma diparala

ng-alangan
asa unang gabe si hataon

haholongan ku do ho
saleleng au mangolu
nang rodi dinalao mate pe 2x

Ingotonku doho
ingotonku doho
ingotonku ingontonku
ingotonku doho

boanoku do ho
boanoku do ho
boanuku boanku, boanoku do ho

Anakhon Hu

Anakkon hu hasian
burju burju ma ho sikkola
sotung marisuang gogokki

Bereng dainang mi
naung bukkuk nang so matua
holan pasari sari ho amang

Reff.
Dang na mora au amang
manang par hauma na bidang
sotung laos marisuang
sasusena halojaonki
o amang……….

Martaon ombun, didadang ari
ditinggang udan do hami da amang
di balian i…..
holan asa boi pasikkolahon ho

Anakkon hu hasian
tangihon pangidoan kon
sotung marisuang gogokki

Poda Ni Dainang

marsinggang ho inang
di lage podoman ki
manangiangkon manangiangkon
manangiangkon hami gelleng mon

sai dimemehon ho
angka na denggani
na gabe sulu gabe sulu
gabe sulu dingolu nami

Reff :

sabar do ho inang paanju anju
hami gelleng mon
sian na menek sian na menek sian na menek
sahat rodi magodang

ai gabe sulu podami
diparngolu-ngolu on ki
anggiat dapot au inang
songon burjum parsondukki

Boasa Ingkon Pajumpang

Borngin soada donganki
Tading sasada au disi
Dilage-lage podomanki
Tung dao-dao ho sian au

Rurus tarsongon bulung
Russur gulang tu toru
Songon i ma nang rohangku
Bereng au ito da hasian

Reff :
Boasa ikkon pajumpang
Hape ikkon marsirang
Boasa ma ho hu tanda
Ndang tardok au sude na hasian

Ndang boi huhalupahon
Ndang boi mago sian rohakki
Holan ho do di ngolukku
Nang pe tung dao ho sian au
back to Reff.

Salendang Parpadanan

songoni nama ito
ujung ni pargaulan ta i
soada nasala dihita nadua
nalao mangose padani

hupaulak ma tu ho
salendang parpadanan i
alana ias do rohanta marsirang
denggan ma jalang tangan hon

jalo ma salendang mon ito
asa sae dao sude sapatai
ai dang rongkap ta ingkon marbogas
marsigabean ma denggan

horas be ma hita on sude
sahat rodi namatua muse
aut na gelleng ta do hasian
na boi marrokkap hadu au

sang Rajawali

SANG RAJAWALI


Rajawali yang dulu menjelajah

angkasa dengan sayap-sayap yang

nyaris lapuk, kini hinggap di

puncak bukit tertinggi. Matanya

yang tajam

menyapu batas pandang.

Harapan dan impian

yang selalu menggantung di

lehernya, masih setia menemani

setiap desah nafasnya.

Dialah rajawali yang pantang

menyerah.

Dialah rajawali yang pantang

mengeluh.

Dialah rajawali yang setia

dengan janji.

Dialah rajawali yang mau

menggapai bintang dan memeluk

rembulan.

Dari puncak tertinggi ini,

dia melihat dengan jelas

jejak-jejak yang terpahat di

sepanjang kulit bumi yang dia

lalui,

bahkan bekas kepakan sayap jelas

tergambar di sepanjang

langit yang ia jelajahi.

Jejak dan bekas itu

bercerita tentang perjuangan

panjang yang melelahkan.

Perjuangan yang dipenuhi oleh

darah, air mata dan keringat.

AIR SUSU ITU

Pagi ini aku telah mengerti akan satu hal besar.

Hal yang selama ini menjadi tanda tanya sekaligus ketidaksukaanku.

Akhirnya manusia harus “meninggalkan” saudara-saudaranya.

“meninggalkan” ayah-ibunya.

“meninggalkan” sanak-famili

“meninggalkan” masa kecilnya

“meninggalkan”kanpung halamannya.

Akhirnya manusia “meninggalkan” air susu ibunya.

Akhirnya manusia “meninggalkan” belaian hangat bapaknya.

Akhirnya manusia “meninggalkan” kebersamaan dan canda tawa dengan saudara-saudaranya.

Akhirnya manusia tidak dapat lagi bergayut di lengan bapaknya.

Akhirnya manusia tidak dapat lagi bermanja di pelukan ibunya

Akhirnya manusia tidak dapat lagi bermain, berkejar-kejaran dengan saudara-saudaranya

Akhirnya semua itu akan berakhir.

Jeruji-jeruji norma dan etika telah memaksa manusia mengakhiri semua itu

Persaingan hidup, keinginan, cita-cita, keterbatasan, ketidakmampuan, kelalaian, keteledoran, kesalahan dan segala macam alasan telah memaksa manusia mengakhiri semua itu.

Dunia memang semakin luas namun gerakan makin terbatas

Kosakata memang semakin banyak namun kata-kata yang keluar dari mulut makin berkurang

Semua seperti kereta api yang harus berjalan pada rel yang telah ditentukan

Semuanya dibatasi dan dibatasi.

Norma, etika dan yang sejenisnya telah membatasi semuanya.

Air susu ibu, kain gendongan, belaian manja dan segala macam yang membahagiakan dimasa lalu ternyata harus diakhiri.

Norma, etika dan yang sejenisnya harus dipatuhi

Hidup yang kaku harus dijalani

Itulah kenyataan

Kenyataan yang tidak boleh dilewatkan

Kenyataan yang suka atau tidak, harus dialami

Sekarang…..

Tinggal bagaimana menikmatinya.

Menikmati kenyataan

Menerima kenyataan

Menjalani kenyataan

Mensyukuri kenyataan

“kenyataan bukanlah mimpi, tetapi mimpi bisa jadi kenyataan”

Bermimpilah setinggi langit dan jadikanlah mimpimu jadi sebuah kenyataan, dengan tidak mengabaikan norma, etika dan yang sejenisnya.

Senin, 29 Oktober 2001