Reunion (bagian 1)

Gelap masih memeluk bumi ketika Grab Car yang kami tompangi meluncur di Tol JORR. Grab Car meluncur lancar tanpa hambatan. E-money yang kemarin telah diisi mempercepat transaksi non tunai di setiap GTO. Cahaya lampu jalan yang remang dan dinginnya sisa angin malam menemani perjalanan kami menuju Terminal Ultimate Bandara Soekarno Hatta. Aurora dan Ayugeera kembali terlelap. Rasa gembira mereka masih belum mampu mengalahkan rasa kantuk yang masih menggantung di pelupuk mata. Aletona juga masih nyaman dengan mimpi indahnya di dalam gendongan bagaikan seekor kepongpong.

Fajar telah merekah di ujung timur ketika kami tiba di bandar udara yang megah itu. Para penumpang yang datang ke terminal itu memang banyak, tetapi tidak terlihat ramai karena ukuran terminal yang sangat luas itu. Anak-anak terkagum. tiga tahun lalu mereka masih melalui terminal yang lama. Tidak butuh waktu lama untuk melalui proses check-in sampai masuk ke ruang tunggu. Kami sudah berada di ruang tunggu jauh lebih awal dari waktu yang kami perkirakan.

Labih dari seminggu kami mempersiapkan perjalanan kali ini. Persiapan kami awali dengan merencanakan jawal keberangkatan dan pulang, mengurus ijin cuti, membeli tiket pesawat, sampai mempersiapkan barang bawaan. Khusus untuk kebaya yang akan dipakai sudah mulai dipersiapkan lebih dari sebulan sebalumnya. Tukang jahit terbaik telah dipilih untuk menjahitnya. Setiap pulang sekolah minggu selama sebulan kami mengecek perkembangannya. Kami memang benar-benar mempersiapkan perjalanan ini, karena kami akan mengikuti sebuah acara super spesial dan perjalanan kali ini merupakan perjalanan terbesar kami dalam tiga tahun terakhir.

JpegRuang tunggu yang luas dan mewah membuat waktu menunggu naik pesawat yang cukup lama tidak membosankan. Fasilitas bermain anak menjadi sarana hiburan yang sangat menyenangkan buat Aurora dan Ayugeera. Mereka tidak mengenal capek walau hanya sekedar naik perosatan, ayunan dan kuda-kudaan. Kata mereka mallnya luas bangat, kenapa baru sekarang kita kesini?. Sesekali saya mengabadikan keceriaan mereka dengan kamera hand phone. Sementara itu Aletona asik dipangku mamanya yang duduk di sofa biru panjang yang lapang sambil menikmati nasi buburnya.

Tidak kurang dari satu setengah jam kami menikmati ruang tunggu itu sebelum pengumuman naik pesawat diumumkan. Kami akan menaiki pesawat jet ukuran yang relatif kecil bagi maskapai sebesar Garuda Indonesia. Pesawat ini buatan Bombardier Kanada yang digunkaan Garuda untuk menjangkau badara di kota-kota kecil dengan landasan yang relatif pendek. Pesawat ini akan menerbangkan kami menuju Kota Ombus-ombus Siborongborong persis di tepi Danau Toba Sumatera Utara. Inilah pengalaman pertaman saya menaiki pesawat Bombardier dan pengalaman pertama terbang ke Siborongborong.

Ukuran pesawat memang relatif kecil, tetapi kabin masih terasa lapang. Pada penerbangan kali ini semua bangku terisi penuh. Diantara penumpang ada beberapa orang politikus negeri ini. Cuaca kali ini cukup bersahabat. Walaupun banyak awan, tetapi tidak menyebabkan goncangan yang berarti. Secara keseluruhan penerbangan ini cukup nyaman. Bukan saja karena pamugarinya yang cantik-cantik, tetapi terlebih karena jalannya pesawat yang cukup smooth.

JpegPersis tengah hari pesawat yang kami tumpangi mendarat di Bandara Silangit. Setengah jam lebih singkat waktu yang kami butuhkan dibandingkan bila kami terbang melalaui Kualanamu. Matahari persis diubun-ubun, namun hembusan angin gunung terasa lembut membelai kulit.  Bau tanah Toba dan dinginnya udara Bukit Barisan menyambut kedatangan kami. Bandara ini berada di ketinggian lebih dari 1000 meter diatas permukaan laut.  Bandara kecil ini dikelilingi oleh lahan beruba sabana yang masih luas. Bandara sangat sepi, hanya ada satu pesawat Sriwijaya yang terparkir disana selain pesawat yang kami tumpangi. Gedung terminal kedatangan sangat kecil dan masih darurat. Di ruang sempit itulah kami merebutan barang bagasi termasuk para politisi tadi.

Bersambung ke bagian 2.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s