Kobbang Layang dan Kassang Tojen

Berbicara tentang Kobbang Layang dan Kassang Tojen, memori kita akan langsung terbang ke sebuah suasana kampung menjelang tahun baru. Suasana yang sarat makna yang diwarnai dengan perayaan natal kampung dan ritual menanam padi atau Marsuan. Suasana yang sangat menyentuh, menggairahkan, bahagia dan terlalu indah untuk dilupakan. Kebersamaan, kekeluargaan, persaudaraan, suka cita dan cinta kasih berpadu menjadi satu.

photoKobbang Layang adalah makanan yang terbuat dari tepung beras, gula, santan, telur, essence oil dan air. Semua bahan dicampur menjadi satu dan diaduk menjadi adonan seperti adonan tepung untuk membuat goreng pisang. Adonan inilah yang kemudian digoreng dengan bantuan cetakan tembaga bermotif kembang. Mengapa disebut Kobbang Layang karena adonan yang melekat dicetakan panas akan segera megembang dan melayang ketika dimasukkan ke dalam minyak goreng panas di kuali. Adonan yang kembang dan melayang ini harus segera dibalikkan kemudian diangkat tidak lebih dari 2 menit. Kalau tidak… Kobbang Layang akan gosong.

Kobbang Layang rasanya manis dan rapuh seperti kerupuk dan ini menjadi makanan penanda Tahun Baru di kampung. Jadi kita tidak akan pernah menemukan Kobbang Layang di kampung selain akhir Desember sampai awal Januari.

maxresdefaultKassang Tojen adalah makanan kedua penanda tahun baru di kampung. Bahan dasar makanan ini adalah kacang tanah. Kacang tanah dikupas, direndam dalam air hangat selama beberapa jam agar kulit tipis pembungkus biji mudah dipisahkan, lalu digoreng. Kassang tojen rasanya gurih dan sangat cocok menemani orang-orang yang sedang ngobrol lama-lama bahkan sampai larut malam atau sampai pagi ketika tahun baru.

Acara memasak Kobbang Layang dan Kassang Tojen merupakan acara yang asyik yang biasanya dikerjakan oleh kaum perempuan. Namun demikian laki-laki juga kebagian tugas separti menumbuk beras menjadi tepung atau manduda itak, membantu memisahkan biji kacang tanah dengan kulitnya yang tipis setelah kacang direndam dan membantu mengangkat kombang layang yang telah matang dari dalam minyak goreng, meniriskannya dengan menggantungnya pada sebatang lidi atau potongan bambu.

Di akhir proses pembuatan Kobbang Layang ada sesuatu yang unik yaitu membuat Kue Tukkup. Sebenarnya membuat Kue Tukkup tidak pernah direncanakan, tetapi selalu terjadi karena kue tukkup dibuat dari adonan kobbang layang yang sisa yang tidak mungkin lagi dicetak menjadi Kobbang Layang. Adonan sisa ini kemudian digoreng di kuali dengan menggunakan sedikit minyak goreng dan selama proses penggorengan, kuali ditutup. Inilah mengapa dikatakan kue tukkup, karena waktu menggorengnya ditutup atau ditukkup. Kalau kombang layang garing dan rapuh seperti kerupuk, kue tukkup lembut dan lunak seperti pancake.

Selain Kobbang Layang dan Kassang Tojen masih banyak makanan lain yang meramaikan suasana tahun baru seperti Roti Bawang, Kue Bolu, Kue Semprit, Dodol, Lomang, Wajit dan tidak lupa satu makanan yang ekstra hati-hati waktu memakannya, yaitu Sasagun. Jangan coba-coba makan Sasagun sambil tertawa. Dijamin separuh dari Sasagun yang ada di mulut akan terbang ke udara, atau akan keselak (singgohan). Namun demikian Kobbang Layang masih menempati urutan pertama dan Kassang Tojen di urutan kedua makanan penanda tahun baru di kampung.

Yang menjadi pertanyaan mungkinkah Kobbang Layang dan Kassang Tojen menjadi makanan primadona bagi semua orang (tidak hanya orang batak yang tinggal atau berasal dari kampung) seperti halnya Kartika Sari dari Bandung dan Bika Ambon dari Medan…?

Selamat Menyambut Tahun Baru 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s