KOLOKIUM P3TKEBT

Apa sih kolokium itu….???? Kalau seminar, simposium, workshop, diskusi, atau rapat saya tahu, tapi kalau kolokium sampai saat ini saya tidak paham. Saya yakin bukan hanya saya saja yang tak paham apa itu kolokium. Teman-teman sekerja saya juga pasti banyak yang tak paham, apa lagi teman-teman di luar sana pasti makin tak paham lagi. Mendengar istilah itu saja mungkin baru kali ini. Tapi sudahlah… nanti kalau saya sudah paham akan saya kasi tau ke teman-teman yang belum paham.

Sudah empat kali saya mengikuti yang namanya kilokium di tempat kerja saya P3TKEBT dan yang terbaru adalah kemarin 22 april 2010. Awalnya kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun, tetapi belakangan ini dilaksanakan dalam 2 tahun sekali. Alasan yang saya dengar dari tiupan angin bahwa tidak cukup biaya untuk melaksanakan kolokium setiap tahun. Berapa sih biayanya, kok sampai tidak cukup…? Saya tidak tahu pasti. Yang jelas biayanya pasti besar. Bayangkan saja kolokium kemarin diadakan di hotel bintang empat yang berlokasi di bilangan Senayan Jakarta. Jumlah orang-orang yang diundang lebih dari 100 orang dari berbagai instansi, PLN, PERTAMINA, Dinas Pertambangan dan Energi di daerah dan masih banyak lagi.

Kembali ke pengertian kolokium. Walaupun saya tidak tahu apa pengertian persis dari kata kolokium, saya mencoba mengartikan kolokium tersebut sesuai dengan apa yang saya lihat. Kolokium itu adalah satu acara mempublikasikan hasil-hasil penelitian dan pengembangan dari sebuah institusi litbang di hadapan orang-orang dari luar institusi dengan cara mempresentasikannya. Bagi yang lebih paham tolong dikoreksi. Dalam kolokium ini diharapkan adanya feed back dari orang-orang diluar institusi berupa saran perbaikan, kerja sama penelitian, atau permintaan untuk penelitian yang sudah aplicable.

Dalam kolokium kemarin ada sepuluh presentasi yang terdiri dari satu presentasi kunci, tiga presentasi tamu dan enam presentasi dari P3TKEBT. Presentasi kunci disampaikan oleh Ibu Ratna yaitu Direktur Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi dari Direktorat Jendral Listrik dan Pengembangan Energi. Seharusnya presentasi kunci ini akan disampaikan oleh Dirjen LPE yaitu Bapak J.Purwono, namun ada kegitan lain yang jauh lebih penting dari hanya sekedar menghadiri kolokium P3TKEBT. Mengapa ya… pejabat sering kali berhalangan senhingga harus diwakilkan kepada bawahannya….? Sesibuk apakah pejabat itu….? Mungkin saya baru tau kalau saya sudah jadi pejabat…. Hahahah… saya tidak pernah bermimpi jadi pejabat. Cukuplah saya jadi staff biasa. Staff biasa juga bisa berkontribusi besar dalam pembangunan bangsa dengan mengerjakan bagiannya sebaik-baiknya, bahkan mengerjakan lebih dari apa yang diminta oleh pekerjaan itu. Memang begitulah seharusnya… Wah… jadi ngelantur ke idealisme…jangan dilanjutkan nanti banyak yang tidak suka….

Pembicara kunci pada inti presentasinya menyampaikan bahwa energi baru terbarukan dan konservasi energi menjadi sesuatu faktor penting dalam pembangunan bangsa indonesia ke depan, dan kantor saya P3TKEBT menjadi salah satu institusi yang memegang peranan penting untuk hal tersebut. Wow…. ternyata kantor saya punya peranan sangat penting dalam pembangunan bangsa ini. Luar biasa… saya baru tahu dan apakah teman-teman di kator saya juga sudah tahu….? Semoga. Terus kalau sudah tahu lalu bagaimana….? Mari kita tanya pada rumput yang bergoyang, mudah-mudahan di sana ada jawabannya.

Oh… iya… bagi teman-teman yang belum tahu P3TKEBT, P3TKEBT adalah singkatan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Ketenagalistrikan dan Energi Baru Terbarukan. Keren kan….? Keren atau kepanjangan sehingga susah untuk dihafal?. Saya sendiri yang telah bekerja dikantor ini sejak april 2006 masih sering kepeleset menyebutkan nama kantor saya ini saking susahnya menghafal nama tersebut. Makin susah lagi dihafal kalau issu yang saya dengar P3TKEBT akan berubah menjadi P3TKEBTKE, dimana dua huruf terakhir kepanjangannya adalah konservasi energi. Tapi apalah arti sebuah nama kata seorang pujangga terkenal kita. Walaupun aku tidak setuju dengan pujangga tersebut. Secara sederhana dan agar orang awam mudah memahaminya, P3TKEBT bertugas mengadakan penelitian agar listrik tidak “byar-pet”. Istilah Kartini-nya, P3TKEBT bertugas menghasilkan penemuan-penemuan sehingga “habis gelap terbitlah terang”. Pengertian yang lebih rumit, P3TKEBT bertugas melakukan penelitian, pengembangan dan kajian terhadap semua energi yang dapat diperbaharui dan energi baru mulai dari resource-nya, pengekloitasiannya, pengolahannya, pengkonversiannya, pendistribusiannya, keekonomiannya sampai pada mengedukasi pengguna energi sehingga bisa menggunakan energi dengan baik dan benar demi kemaslahatan umat manusia. Nah… pengertian yang terahir ini rumit kan…? Sampai saya sendiri bingung apa yang saya tulis…

Kembali ke kolokium kemarin. Kok kembali-kembali melulu…? Yah… maklumlah… kan baru belajar menulis jadi tulisannya tidak teratur. Bukannya belajar menulis itu di TK….? Maksud saya disini bukan belajar menulis seperti di TK, tapi membuat sebuah tulisan yang mengikuti kaidah-kaidah penulisan yang baik dan benar. Saya kan kerja di pusat penelitian dan pengembangan jadi saya harus bisa menulis secara ilmiah, terstruktur, mengikuti EYD dll. Oh… maksudnya begitu….!!! Hussss… sudah…. tulisannya jadi makin ngawur… Balik lagi ke topik, nanti ada yang marah…

Pembicara tamu berasal dari ITB, UNJ dan Ditjen LPE. Pembicara tamu dari ITB yaitu bapak I Gede Wenten mempresentasikan masalah membrane dengan segala kegunaannya yang luar biasa. Membran ini digunakan untuk menyaring air, bahan fuel cell, alat desalinasi, alat untuk meningkatkan pertumbuhan algae, meningkatkan performance pompa, dan banyak lagi. Melihat dari presentasinya, pak Gede ini layak disebut pakar membran. Satu hal yang paling menarik bagi saya dari presentasi pak Gede ini adalah sebuah alat penyaring air yang sangat sederhana tapi luar biasa. Penyaring ini bisa menyaring air comberan menjadi air yang sangat bersih sehingga bisa langsung diminum. Saya jadi teringat dengan air di rumah kami yang warnanya kuning, yang mengakibatkan baju-baju putih saya berubah menjadi warna krem. Pak Gede, dimana alat penyaring air buatanmu itu bisa saya dapatkan…?

Pembicara tamu dari UNJ adalah Bapak Massubekti dengan topik presentasi adalah PLTA-GL. PLTA-GL ini adalah pembangkit listrik tenaga air biasa, sama halnya dengan PLTMH yang sudah banyak dibangun di beberapa daerah di Indonesia. Yang menjadi istimewa adalah air yang menggerakkan PLTA ini bersumber dari air laut yang dipompakan ke suatu tempat yang lebih tinggi dengan menggunakan pompa yang digerakkan oleh gelombang air laut. Yahhh… cukup inovatif juga. Lebih masuk akal dari pada pembangkit listrik tenaga air laut yang lain seperti, pasang surut, bandul, arus laut dan sebagainya. Namun tetap masih harus diteliti lebih dalam lagi.

Pembicara tamu ketiga adalah ibu Indarti dari LPE. Ibu Indarti menguraikan seluruh peraturan dan kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan konservasi energi. Peraturannya sangat banyak. Pertanyaannya cuma satu, sudahkah dilaksanakan dengan baik dan benar….? Sering kali peraturan hanya tinggal peraturan yang tercatat dilembaran negara lalu diseminarkan dimana-mana, dibicarakan dan diperdebatkan, tetapi tidak dilaksanakan demi kesejahteraan rakyat. Sering kali peraturan hanya dipahami pada hukuman, disinsentive, atau sangsi. Kita sering melupakan tujuan mulia dari sebuah peraturan. Peraturan dibuat sesuai dengan asal katanya atur. Jadi peraturan itu bertujuan untuk menciptakan keteraturan atau keharmonisan kehidupan manusia dengan manusia yang lain dan dengan alam sekitarnya. Jadi dalam melaksanakan sebuah peraturan harus diutamakan untuk mengedukasi semua pihak yang berkaitan dengan peraturan tersebut mengenai tujuan utama dari peraturan tersebut yaitu keteraturan atau keharmonisan.

Enam pembicara yang berasal dari P3TKEBT adalah Hari Sukarno dan Rochman dari kelopok EBT, Didi Sukaryadi dan Geri Baldi dari kelopok KTL, Hertiyo Sembodo dan saya sendiri Paber Sinaga dari kelompok TKL. Bapak Hari mengangkat topik singkronisasi pembangkit listrik tenaga air dengan tenaga surya di UMM. Bapak Rochman mempresentasikan topik reaktor biogas sistem colar. Bapak Didi membicarakan topik kebijakan energi dibidang panas bumi. Bapak Geri menjelaskan tentang uji kinerja generator induksi. Bapak Hertiyo memaparkan tentan harga listrik dari energi baru terbarukan. Saya sendiri menyampaikan tentang boiler berbahan bakar sampah pertanian. Keenam topik tersebut merupakan sebagian dari penelitian yang dilaksanakan di P3TKEBT pada tahun 2009 yang lalu. Ada beberapa feed back yang diperoleh dari audience untuk ke enam topik ini. Ada kritikan, saran, pertanyaan keingintahuan, tawaran kerja sama dan lain-lain. Namun sayang sekali waktu untuk diskusi sangat terbatas, sehingga keenam topik ini tidak didiskusikan lebih dalam dan feed back yang di peroleh masih cukup dangkal.

Saya pribadi merasakan bahwa topik yang saya presentasikan kurang diminati oleh audience. Saya tidak tahu pasti apakah memang topik yang saya presentasikan kurang menarik, atau saya yang tidak bisa menyampaikannya dengan baik, atau audiensnya yang tidak memiliki pengetahuan yang sesuai dengan bidang ilmu topik yang saya sampaikan….? Misalnya topik yang saya sampaikan adalah teknik sedangkan audiensnya adalah orang-orang ekonomi, jadi tidak nyambung. Saya tidak tahu. Yang jelas saya harus jujur bahwa cara peyampaian saya belum maksimal, intonasi suara saya belum saya uji apakah enak dan jernih didengar oleh audience. Tata bicara saya belum saya persiapkan dengan baik sehingga audiens merasa dihargai, dihormati dan disapa dengan tata krama yang luhur. Body languange saya belum saya latih sehingga enak untuk dilihat oleh peserta kolokium. Penampilan busana yang saya kenakan belum saya atur dengan baik. Tentu saja yang paling utama, bahan presentasi saya belum saya persiapkan dengan matang, baik dari pemilihan format power pointnya, bentuk hurufnya, warnanya, gambar-gambarnya, keteraturan materinya, hal-hal apa yang boleh disampaikan dan yang tidak boleh disampaikan dan masih banyak lagi. Untuk menghasilkan sebuah presentasi yang menarik, semua hal itu harus diperhatikan dan dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Saya bermimpi suatu hari nanti sebagai seorang staff biasa saya bisa menjadi presenter yang baik dan sangat menarik di hadapan siapa saja mulai dari masyarakat biasa sampai presiden bahkan dihadapan para malaikat….. mungkin gak ya…..? Bagaimana mungkin… bahasa indonesia mu saja masih berpasir-pasir, logat Medan mu masih kentara, bahasa inggrismu belepotan dan masih sangat jauh… Dasar anak kampung… jadi PNS aja kamu sudah luar biasa, gak usah ngimpi mau jadi presenter terkenal. Tapi saya pengen… masa mimpi saja tidak boleh….Yah… terserah kamu deh….

Harus saya akui walaupun masih banyak kekurangan-kekurangan, kolokium kali ini lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Kehadiran para undangan diluar dugaan panitia. Nyaris semua kursi terisi, sampai-sampai tidak semua undangan yang mendapatkan materi acara. Materi acara dalam bentuk poto kopian dimasukkan dalam tas tenteng kertas bermotif batik solo. Didalam tas tenteng ini disertakan juga sebuah Agenda bersampul warna coklat dengan logo Kementerian ESDM dan tulisan Kolokium P3TKEBT. Selain itu ada juga sebuah USB flas disk berwarna putih dengan tulisan P3TKEBT. Sebuah sovenir yang mengesankan. Pembicara kunci dan pembicara tamu juga menyajikan topik yang cukup menyita perhatian audiens sampai-sampai topik yang dibawakan peneliti P3TKEBT serasa tenggelam oleh topik dari pembicara tamu tersebut.

Salut buat panitia yang mengusahakan semua ini. Biarpun banyak kritikan, tetapi kerja keras kalian tidak sia-sia. Penampilan kalian panitia juga memesona pandangan saya pada acara kolokium itu. Jas atau sejenis jas yang tak tau aku namanya dan dasi melengkapi penampilan para panitia laki-laki. Tidak lupa rambut yang klimis dan kumis atau jambang yang diatur sehingga menarik untuk dipandang. Tak kalah dengan panitia perempuan, mereka mengenakan busana berkarakter laksana “wanita karir”, namun tidak menghilangkan keindahan seorang perempuan. Kalian memang benar-benar beda dari yang biasa aku lihat di kantor. Apalagi bila ada kamera yang menyorot kalian, gaya “narsistik” kalian langsung bertindak. Apa sih gaya narsistik…? Gak tau, aku hanya nyontek aja dari istilah yang sering aku baca di feisbuk.

Kolokium P3TKEBT kembali sukses dilaksanakan. Penelitian-penelitian sudah dipresentasikan, feed back sudah didapatkan dari audiens. Selanjutnya bagaimana…? Apakah cerita berakhir disini seperti halnya cerita dongeng yang selalu diakhiri dengan kalimat “ Akhirnya mereka hidup bahagia selamanya”…? Apakah kegiatan ini hanya berakhir di foto-foto “narsistik” yang sebentar lagi akan kita lihat di feibuk…? Atau akan berakhir hanya di sebuah prosiding kolokium yang akan menambah poin orang-orang yang tulisannya dimuat di sana…?

Tentu saja tidak.

Berakhirnya sebuah kolokium menciptakan awal dari sebuah pekerjaan baru yang lebih besar lagi. Penelitian-penelitian yang sudah ada harus ditindaklanjuti. Penelitian-penelitianbaru yang lebih bermanfaat harus dimunculkan.Lebih jauh lagi, krisis energi yang mendera hampir seluruh daerah di negeri ini harus diatasi secepatnya. “Byar-pett” bagi banyak warga indonesia harus segera diakhiri. Untuk itu tangan-tangan pegawai P3TKEBT harus semakin rajin bekerja. Langkah-langkah kaki harus semakin dipercepat. Otak-otak yang mampet harus segera dilancarkan.

Masa depan sudah di depan mata. Kita harus menentukan pilihan, besok mau berada pada kehidupan yang bagaimana…? Pilihan sepenuhnya ada di tangan kita.

Beberapa hari ini saya lagi membaca sebuah buku yang menggugah pemikiran dengan judul MYELIN yang ditulis oleh Renald Kasali. Dalam buku itu dikatakan untuk menjadi manusia unggul pintar saja tidak cukup, tetapi harus juga bekerja keras dengan latihan-latihan yang keras dan disiplin.

Saya berharap ketika saya pensiun nanti, saya dengan bangga mengatakan pada semua orang bahwa saya pernah bekerja di sebuah instansi terhormat, berdedikasi tinggi dan membanggakan yaitu P3TKEBT.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s