Na Olo Do Au-4

Pulang Martuppol

Hari sudah hampir gelap ketika kami tiba di Sipanganbolon. Perjalanan kembali dari Siantar ditempuh lebih lama dibanding ketika siangnya berangkat ke Siantar. Mungkin ini karena hujan lebat yang turun ketika kami pulang. Namun ketika kami tiba di Sipanganbolon hujan sudah berhenti, tetapi ada sedikit yang mengganggu yaitu listrik PLN lagi padam sehingga suasana dalam rumah sangat gelap. Untuk mengusir sedikit kegelapan dalam rumah, lilin-lilin pun dinyalakan.

Disinari cahanya lilin yang redup, kami berkumpul di ruang tengah rumah kami. Makan malam sudah disiapkan untuk kami nikmati, karena di Siantar kami hanya makan lappet saja. Menu utama makan malam ini adalah lomok-lomok yang disangsang, soup, ikan teri sambal dan aneka sayuran rebus lengkap dengan sambal kemirinya. Menu ini ditambah lagi dengan nasi campur yang disediakan oleh pihak parboru dari Siantar. Sedianya nasi campur ini kami makan di perjalanan pulang dari Siantar, tetapi sebagian dari peserta rombongan memakannya setelah tiba di rumah kami di Sipanganbolon. Sampai acara makan malam selesai, listrik PLN masih padam.

Selesai makan malam, sebagian dari rombongan yang ikut ke Siantar pamit untuk kembali ke rumah masing-masing. Tinggal keluarga dekat saja yang masih ada di rumah untuk ikut membicarakan rencana acara tanggal 22 nanti. Pembicaraan dipimpin oleh sang komandan Abang Viktor Sinaga. Dia adalah anak tertua kedua dari keluarga besar Op.Mujur Sinaga yang ada di rumah saat itu. Abang Mujur yang merupakan anak paling tua masih di Medan dan akan datang hari Kamis. Pembicaraan diawali dengan menanyakan segala persiapan yang telah dilakukan dan pertanyaan ini dijawab oleh Lae Bapak Letti. Dia menjelaskan semua kegiatan yang telah dilakukan, mulai dari manukkun utang yang dilaksanakan dua hari yang lalu sampai martuppol yang telah kami laksanakan hari ini. Kemuadian Bapak Letti juga menjelaskan persiapan untuk acara tonggo raja hari Kamis dan acara puncak pamasu-masuon hari Jumat.

Dari semua persiapan yang dilakukan ada beberapa hal penting yang harus di atur yaitu orang-orang yang akan menerima ulos tohonan, nama-nama penerima pinggan panganan, orang yang bertugas mengundang dan lain-lain. Sesuai dengan hasil pembicaraan pada saat manukkun utang, pihak parboru akan memberikan 14 helai ulos tohonan, namun dari ke-14 ulos ini yang paling utama adalah 4 helai. Ke-4 ulos tersebut adalah:
1. Ulos Passamot diterima oleh Abang Arifin Sinaga. Abang arifin menjadi oerang tua pengantin laki-laki karena bapak dan ibu sudah tidak ada.
2. Ulos Hela diterima oleh pengantin.
3. Ulos Pamarai diterima oleh Abang Mujur Sinaga. Ulos Pamarai diterima oleh bapa tua atau bapa uda pengantin laki-laki, dalam hal ini bapa tua dan bapa uda sudah tidak ada, sehingga diwakili oleh anak bapa tua yaitu Abang Mujur Sinaga.
4. Ulos Sihutti Appang diterima oleh Lae Jintan Sirait. Ulos ini diterima oleh Namboru mempelai laki-laki. Ulos ini juga diwakilkan karena namboru sudah tidak ada.

Setelah penerima ulos ditentukan, dilanjutkan dengan menentukan nama-nama penerima pinggan panganan. Nama-nama ini sangat banyak sekitar 30 nama dan saya tidak ingat lagi siapa-siapa saja nama-nama yang ditentukan itu. Setelah semua selesai dibahas, diskusipun diakhiri dan listrik PLN pun sudah menyala kembali. Ruangan menjadi terang dan terlihatlah wajah-wajah yang kelelahan memenuhi ruangan. Semua orang memang merasa lelah dengan kegiatan hari ini, tetapi semuanya bersuka cita. Saya semakin mengerti makna persaudaraan dari apa yang saya rasakan hari ini. Saya semakin merasakan bahwa saya dan semua anggota keluarga besar kami benar-benar berharga. Penghargaan ini dinyatakan dalam kata dan tindakan.

Malam telah larut ketika sebagian besar saudara kami pamit untuk kembali ke rumah masing-masing. Kembali malam ini aku tidur larut. Besok aku tidak harus bangun pagi-pagi. Besok aku ingin istirahat seharian di rumah sambil menunggu oleh-oleh jajanan pasar yang akan dibawa Ito mamanya Lisbet dari pekan Tigaraja. Malam ini aku ingin tidur sepulasnya, namun sebelum tidur aku tak lupa menelepon Ros yang ada di Siantar. Aku ingin memastikan bahwa dia disana baik-baik saja.

Bersambung…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s