Onan Tiga Raja

875186063lEntah kenapa aku tiba-tiba teringat dengan sebuah pasar tradisional di Tiga Raja.

Kecamatan Girsang Sipanganbolon memiliki sebuah pasar yang cukup terkenal yaitu Pekan Tiga Raja. Dalam bahasa batak pasar atau pekan dikenal dengan sebutan onan. Terjemahan langsung onan ke bahasa indonesia adalah on= ini, an=itu, jadi onan=ini itu, yang artinya lagi adalah transaksi atau keramain di sini dan disitu. Memang sebuah pengertian yang sedikit aneh, tetapi itulah adanya. Orang batak menyebut pasar dengan sebutan onan.

Onan Tiga Raja terletak di kelurahan Tiga Raja persis di bibir Danau Toba. Onan ini merupakan sebuah lapangan (mirip lapangan parkir) selebar lapangan bola dengan toko-toko mengelilinginya di sebelah selatan dan utara, balairung ada di sebelah timur dan danau toba ada di sebelah barat.

Tidak tau kapan persisnya onan ini mulai ada. Yang pasti onan ini sudah ada sejak lama, sejak jaman raja-raja dulu. Onan ini merupakan pasar tradisional yang dari sejak aku kenal sampai sekarang tidak ada yang berubah secara signifikan. Onan ini berlangsung tiga kali dalam seminggu. Hari Selasa dak Kamis merupakan pasar kecil sedangkan hari Sabtu merupakan pasar besar. Disebut pasar kecil karena berlangsung setengah hari dan pedagang serta pembeli tidak sebanyak hari Sabtu, sedangkan pasar besar berlansung sehari penuh dan sangat ramai dengan pedagang lokal serta pedagang dari kota serta pembeli yang datang dari seluruh penjuru kecamatan bahkan dari pulau Samosir.

Barang dagangan yang dijual di onan ini beraneka ragam seperti bahan makanan mulai dari cabe keriting sampai brocoli, mulai dari bawang rambu (bawang batak) sampai bawang bombai, mulai dari ikan pora-pora sampai ikan tuna, mulai dari beras catu sampai beras ketan, mulai dari susu kerbau sampai susu instan berkalsium tinggi, mulai dari daging babi sampai daging sapi, mulai dari terasi sampai penyedap rasa instan.

Ada juga produk tektil mulai dari seragam sekolah sampai jas pengantin, mulai dari kain belatcu sampai kain kebaya, mulai dari ulos ragi hotang sampai ulos ragi hidup, mulai dari kaos kaki sampai dasi semuanya dijual disana. Selain itu kita temukan juga peralatan rumah tangga dan pertanian mulai dari periuk sampai rais kuker (rice cooker), mulai dari cangkir kaleng sampai gelas kristal, mulai dari gayung sampai ember sampan, mulai dari cangkul sampai bajak, mulai dari pupuk sampai insektisida.

Untuk barang- barang accessories juga ada disana mulai dari gelang karet sampai kalung emas, mulai dari jepit rambut sampai jam tangan otomatis. Berbagai jenis alas dscn1648kaki juga ada, mulai dari sendal jepit sampai sepatu hak tinggi,mulai dari sepatu karet sampai sepatu bot. Peralatan sekolah juga tersedia mulai dari pensil sampai buku-buku pelajaran. Tidak ketinggalan juga bahan-bahan dan peralatan kosmetik, mulai dari gincu sampai dengan pemerah pipi.

Barang dagangan yang tak kalah menarik adalah jajanan pasar disana ada martabak, segala jenis kue-kue basah, rondang (nama kerennya pop corn), tipang (sejenis rondang tetapi terbuat dari bahan beras), pancung, dan banyak lagi. Ada juga misop ayam yang rasanya wawwww….. (jadi pengen). Ada lagi lontong yang murah meriah dan rasanya juga tidak kalah. Minum seddor (cendol) dibawah terik mata hari…mmmmmm. Atau makan pecal juga mi gomak tak kalah nikmatnya. Kalau ada duit lebih, bolehlah mencoba bakmi goreng atau bakmi kuah yang sangat lezat. Begitulah onan tiga raja dengan beraneka ragam barang yang diperjualbelikan.

Ketika aku kecil sampai SD salah satu hal yang paling menggembirakan dan sekaligus menyusahkan adalah ketika hari Sabtu ada libur dan ibu mengajak aku ikut ke onan. Menyusahkan karena aku harus naik angkot yang selalu membuat aku pusing dan akhirnya mabok dan muntah-muntah. Menggembirakan karena aku akan melihat danau toba, melihat keramaian tiga raja dan juga menikmati jajanan pasar yang ada disana. Biasanya aku ikut kepekan tiga raja bukan hanya sekedar jalan-jalan, tetapi harus karena ada keperluan yang tidak bisa diwakilkan seperti sekalian berobat ke puskesmas parapat, membeli baju seragam sekolah atau sepatu agar ukurannya pas dll.

Setelah aku SMP, setiap hari sabtu aku wajib ke pekan tiga raja. Hal ini karena aku SMP di Parapat dan setiap hari Sabtu pulang sekolah harus naik angkot dari pekan tiga raja. Jarak antara SMP-ku dengan pekan tiga raja sekitar 2 km dan setiap hari sabtu jalan kaki rame-rame dari sekolah ke pekan tiga raja. Setelah sampai di onan tiga raja biasanya tidak lansung naik angkot untuk pulang, tetapi keliling-keliling dulu sambil makan jajanan di seputar onan. Aku paling senang nongkrong di bibir danau toba yang sekaligus merupakan pelabuhan kapal motor yang akan menyebrangkan orang-orang ke pulau samosir. Disana aku biasa menghirup aroma air danau yang segar walaupun bercampur dengan aroma amis ikan mujahir yang dijajakan oleh penjual di sana. Aku juga bisa menikmati aktivitas orang-orang yang mau menyeberang ke pulau samosir. Menikmati ikan-ikan kecil yang berkeliaran di dalam air, menikmati kapal-kapal yang berayun-ayun di atas air danau. Semuanya sangat menarik bagi seorang anak kecil seperti aku kala itu.

Ada lagi hal yang selalu menarik perhatianku di onan tiga raja, yaitu pedangang obat. Pedagang obat ini kami kenal dengan istilah “parkoyok-koyok” (kira-kira artinya adalah pembual dan tukang ngomong). Parkoyok koyok sangat menarik perhatian banyak orang terlebih anak-anak. Parkoyok-koyok ini akan menggelar jualannya di atas tanah beralaskan kain atau plastik lengkap denga berbagai alat peraga. Obat yang dijual mulai dari obat cacing, obat kudis-kurap-kutu air, obat penumbuh rambut, sampai obat ejakulasi dini. Alat peraganya mulai dari gambar-kambar orang yang kena penyakit kulit, cacing-cacing gelang yang diawetkan dalam botol, pisau, keris, ular, sampai tiruan alat kelamin laki-laki. Parkoyok-koyok memang sangat pintar ngomong. “Mari-mari… yang jauh mendekat dan yang dekat merapat…..bla..bla..bla..” menjadi kalimat pembuka yang biasa digunakan untuk mengumpulkan orang-orang. Selanjutnya dari mulut parkoyok-koyok akan perhamburan kalimat-kalimat pamungkas untuk merayu orang-orang membeli jualannya. Selain pintar ngomong dia juga melakukan atraksi-atraksi yang menarik seperti bermain sulap, mengeluarkan ular dari sebuah kantong, menghipnotis orang dan banyak lagi. Parkoyok-koyok menjadi orang yang sangat dirindui tetapi sekaligus sangat dibenci. Dirindui karena kepintarannya ngomong dan atraksi-atraksinya yang menarik, tetapi dibenci karena obat-obat yang dia jual adalah obat-obat palsu yang membuat IMG_7131kecewa pembelinya.

Bagiku tiga raja juga menjadi tempat yang menarik karena disana juga aku akan melihat bule-bule yang berbaur dengan penduduk lokal dengan transaksi pasar tradisional. Biasanya bule-bule itu tertarik membeli barang barang cendramata seperti patung-patung dan ukiran tradisional, berbagai jenis ulos dan barang-barang tradisional lainnya. Biasanya para penjual barang sovenir sudah pintar berbahasa inggris sehingga transaksi dengan bule berlangsung lancar. Aku kagum dengan para penjual itu yang bahasa inggrisnya lancar pada hal mereka tidak pernah sekolah bahasa inggris bahkan hanya sekedar kursus bahasa inggris.

Begitu banyak hal-hal yang menarik dengan onan tiga raja. Rasanya tak cukup tulisan ini menampung semua hal-hal menarik itu. Bahkan banyak hal-hal menarik yang tidak cukup diungkapkan dengan kalimat, harus dirasakan dan dialami sendiri. Demikianlah sedikit ceritame ngenai pasar tradisional onan tiga raja.

Iklan

Satu pemikiran pada “Onan Tiga Raja

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s