Sejenak Bersama Wajah Sipanganbolon

Buat teman-teman yang sudah lama tidak pulang ke sipanganbolon, mari sejenak kita menikmati wajah Sipanganbolon. Foto-foto berikut diambil pada Desember 2008 s/d Februari 2009. Silahkan menikmati sepuas-puasnya, mudah-mudahan bisa mengobati rasa rindu kita.

cimg0230

Kantor kepala desa Sipanganbolon dengan latar belakang gereja HKI

cimg0009

Gereja HKBP Sipanganbolon

cimg0011

SD Negeri 1 Sipanganbolon

cimg0150

SD Negeri 2 Sipanganbolon

Apa yang anda rasakan ketika menikmati wajah Sipanganbolon di foto-foto tersebut…?

Silahkan tulis di komentar

7 pemikiran pada “Sejenak Bersama Wajah Sipanganbolon

  1. ito,
    Tahun 97-98 aku sering mampir ke SD ini, berkunjung ama Group tourist-tourist Belanda yang nginap di Ambaroba Hotel Tuk-Tuk. Biasanya kami mampir bawa buku-buku bacaan dan alat-alat tulis trus dibagi-bagikan ama anak-anak SD nya ketika itu. Biasanya sebelum ke Jangga, kami mampir di SD ini. Kami selalu datang setiap hari sabtu ke daerah sipangan bolon dan Jangga bersamaan waktunya pokkan di tigaraja.
    Duh jadi kangen jalan-jalan kesana lagi, sudah 12 tahun berlalu ternyata….

  2. mauliate parjolo dung hui da photo i sombu sihol hu,gabe taringot ahu tikki sikkola najolo dohot marminggu di gareja dohot tikki pesta perayaan natal PARNASIB. Molo ahu mulak agustus 2007 ima tikki na mangoli,saonari masihol hian naeng mulak tu huta sipanganbolon nauli i ,nasai tong adong di bagas roha. mauliate ma di Tuhan i anggiat tu ari na naeng ro boi hita pajumpang di bagasan las ni roha…

  3. Horas!
    Akhir Bulan Januari 2009 yang lalu sy mampir di SDN 1, tepatnya di rumah dinas kepala sekolah, Ny. Sitorus.

    Awalnya sy ada keperluan khusus, dan sekaligus melepas rasa rindu terhadap sekolah ini.

    Sesaat sebelum saya memasuki rumah dinas kepala sekolah, karena harus melewati lapangan rumput pekarangan sekolah, persis di tengah lapangan, saya berdiri sejenak menghadap gedung sekolah.
    Walaupun waktunya hanya sebntar, tapi rasanya seperti dalam adegan serial “QUANTUM LEAF”
    Serasa th 77-83, dengan segala kenangannya.

    Selama pertemuan saya dengan ibu kepsek, kami lebih banyak membicarakan tentang sekolah ini daripada keperluan saya menemui beliau.

    Kurang lebih 1,5 jam kami ngobrol, kemudian sy pamit pulang. Diakhir pembicaraan saya dg Ibu Kepsek, ada satu hal yg membuat hati saya terenyuh, yang saya maknai sebagai pengaduan, harapan, dan permohonan.

    Ketika berjalan meninggalkan rumah beliau,kembali saya melewati jalan tadi ku lewati. Dan tepat di tempat tadi sy berdiri, saya berhenti sesa’at seperti pertama datang, tapi posisi saya membelakangi gedung.
    Inilah rangkayan kalimat yang muncul tiba tiba dalam benak saya, seperti ” Moving text” yang bergerak di layar televisi,:

    “Dari gedung inilah saya melihat jendela dunia, dari halaman sekolah inilah saya mengawali langkah menapaki masa depan, dari sinilah saya hafal seluruh nama nama propinsi di Negara ini dan seluruh ibu kotanya yang sudah pernah saya singgahi,

    bahkan kalau dulu hanya bisa memandang Dolok Sitanggurung dari halaman sekolah ini, sekarang sudah sering memandang gedung sekolah ini jauh dari atas Dolok Sitanggurung pada ketinggian 18.000 kaki.”

    “Namun sampai hari ini saya belum pernah BERBUAT APA-APA untuk sekolah ini.”

    Saya sebenarnya tdk pernah melupakan, bahkan tidak akan mungkin melupakan.
    Tapi “diskusi singkat” saya dgn Ibu Kepsek, membuat hati saya gundah.

    Inilah yang beliau sampaikan diakhir pembicaraan kami,:
    “Ruangan guru dan kepala sekola masih berbagi dengan murid,sudah bertahun-tahun pengajuan ke Diknas,tapi sampai sekarang jawaban selalu tdk ada anggaran.”

    Beliau melanjutkan,”Saya sudah melihat arsip alumni sekolah ini, sudah banyak yang berhasil, dan bahkan sudah ada yang sampai ke Eropa dan benua yang lain. Tolonglah kau hubungi.”

    Buat saudara-saudaraku yang merupakan alumni sekolah ini, marilah kita sejenak mengenang SDN 1 Sipangan Bolon.
    Bagi yang tergerak menindak lanjuti permintaan Ibu Kepsek, silahkan menghubungi pemilik blog ini”SangMatahari”.

    Dia memang bukan alumni SD ini, tapi dia mempunyai keterikatan sejarah yang tidak bisa lepas dari sekolah ini.
    Terima kasih.

  4. Molo akka pangaratto pasti masihul tu hutatta on,alai molo hami natinggal dihuta massai mangido do hami adong nian peranan ni akka pangratto lao paturehon hutatta on,hampir boleh dikatakan dang adong dope natarbege hami na dihuta peranan ni pangaratto membangun manang memperbaiki huta on,unang lupa hamu di hutatta on adong lokalisasi na massegai generasi ni huta on, molo au nian mangido asa kerjasama hita manutup lokalisasi on,yang makin lama telah terasa negative impact nya ke desa tercinta

    1. Mauliate.
      Peran dari semua pihak baik pemerintah, warga setempat, perantau maupun orang lain yang peduli, sangat diperlukan untuk mensejahterakan warga yang tinggal di Sipanganbolon. Namun menurut saya, tindakan pertama haruslah dari warga yang tinggal di Sipanganbolon itu sendiri. Ketika orang-orang yang tinggal di sipanganbolon memulai melakukan sesuatu untuk memperbaiki kesejahteraannya, saya yakin pihak lain akan datang memberikan bantuan. Pemerintah sekalipun tidak akan memberikan perhatiannya kalau tidak dimulai oleh warga itu sendiri. Sebagai contoh: apabila masyarakat ingin mendapatkan bantuan modal usaha dari pemerintah, maka masyarakat terlebih dahulu harus membentuk kelompok usaha seperti kelompok tani, kelompok peternak dll.

      Jadi untuk mendapatkan bantuan atau perhatian dari pihak lain termasuk pangaratto, warga di Sipanganbolon harus memulai melakukan kegiatan-kegiatan yang mengarah ke peningkatan kesejahteraan. Sudah harus dimulai melakukan kegiatan gotong-royong, mendirikan koperasi bersama, membentuk sebanyak mungkin kelompok-kelompok tani dan peternak, membentuk kelompok karang taruna dan lain sebagainya. Untuk memulai semua kegiatan2 ini tidaklah membutuhkan biaya, tetapi membutuhkan kemauan dan semangat “Dos ni Roha”. Selanjutnya setelah semua usaha-usaha itu telah terbentuk barulah minta bantuan dari berbagai pihak, termasuk pangaratto. Saya yakin semua pihak akan dengan senag hati ikut membantu.

      Khusus mengenai lokalisasi yang ada di Sipanganbolon, Jangan langsung mengharapkan pihak lain termasuk perantau untuk menyelesaikannya. Warga Sipanganbolon yang tinggal di Sipanganbolonlah yang paling tepat untuk menyelesaikannya. Lakukanlah terlebih dahulu musyawarah warga dan pemerintah (Kepala desa) untuk memikirkan cara apa yang paling tepat untuk menyelesaikan permasalahan lokalisasi tersebut. Dengan pikiran yang jernih dan hati yang damai, pasti ada solusi yang menguntungkan semua pihak. Pertanyaannya: Sudah pernahkah warga dan kepala desa Sipanganbolon melakukan musyawarah untuk menyelesaikannya…?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s