Namboru Timuran

hamparan-padi-di-tongging-danau-tobaAku memiliki dua orang namboru. Untuk yang tidak tau arti namboru, namboru adalah sebutan untuk saudara perempuan bapak. Kedua namboruku itu adalah Namboru Timuran (Op. Lemta) dan Namboru Parapat (Op. Letti). Kami sering menyebut saudara dengan tempat tinggal mereka. Namboru Timuran adalah namboru yang tinggal di Timuran, Tanah Jawa, sedangkan Namboru Parapat adalah namboru yang tinggal di Parapat.

Kali ini aku khusus akan bercerita tentang Namboru Timuran. Namboru Timuran menikah dengan Amangboru marga Nainggolan. Mereka dikaruniakan 4 anak laki-laki dan 2 anak perempuan (kalau tidak salah). Namboru dan Amang boru menamai anak-anaknya sesuai dengan situasi mereka. Anak pertama diberi nama Lindung. Katanya waktu Lindung lahir, mereka lagi mencari perlindungan karena waktu masa-masa pemberontakan. Anak kedua diberi nama Malum yang artinya sembuh. Ketika itu keadaan mereka sudah sembuh atau pulih dan bisa lebih tenang menjalani kehidupan keluarga. Anak berikutnya diberi nama Pasu yang berarti berkat Tuhan. Saat itu kehidupan mereka semakin membaik dan mereka merasakan itu adalah berkat Tuhan. Anak selanjutnya diberi nama Ojak yang artinya menetap. Ketika Ojak lahir mereka sudah menetap tinggal di Timuran. Setelah Ojak lahirlah Maria yang artinya bergenbira atau bersuka cita. Ketika Maria lahir mereka merasakan suka cita dan kegembiraan dari Tuhan. Terahir lahirlah Girsang. Nama Girsang diambil dari nama kampung asal Namboru dan Amang boru . Ketika itu mereka mau mengenang asal usul mereka dan ingin mengingatkan kepada anak-anaknya bahwa dari Girsanglah mereka berasal. Wah… pemberian nama yang luar biasa.

Sejak aku mengenal Namboru ini, aku melihat wajahnya sudah nampak tua. Hal ini mungkin disebabkan oleh perjuangan hidup yang keras, ditambah lagi ia adalah seorang pemakan sirih yang merupakan kebiasaan para oppung-oppung di kampung. Sejak aku mengenal dia, rambutnya juga sudah putih dengan keriput di seluruh wajahnya. Melihat wajah namboru itu aku selalu teringat dengan sebuah gambar orang tua di dalam buku cerita bergambar serangan umum satu maret. Buku ini sengaja diterbitkan pada jaman orde baru sekitar pertengahan tahun delapan puluhan untuk menunjukkan heroik dari serangan umumsatu maret itu.

Namboru Timuran memiliki satu keahlian unik. Saya katakan unik karena diantara mereka bersaudara hanya namboru ini yang memiliki keahlian itu yaitu “mangandung (baca: mangaddung)” (red; bukan mengandung ya…), bahasa indonesianya apa ya…? Kira-kira artinya menangis sambil bersenandung…. Yang lebih unik lagi namboru ini mangandung bukan hanya ketika ada keadaan yang sedih seperti ketika ada orang yang meninggal, tetapi ia selalu mangandung ketika bersua dengan saudara. Aku masih ingat setiap kali ia datang ke rumah kami ia selalu mangandung sambil memeluk siapa saja yang pertama kali dia temukan di rumah. Dan uniknya lagi namboru ini jarang menitikkan air mata ketika ia magandung. Namboru yang unik…

Aku sangat gembira apabila namboru ini datang ke rumah kami. Selain gaya mangandungnya yang unik itu, namboru ini juga tukang cerita. Dia akan menceritakan apa saja yang pernah dia alami dengan cara bercerita yang mampu membawa pendegarnya masuk kedalam cerita tersebut. Ada cerita sedih, gembira, perjuangan dan juga pengalaman-pengalaman yang lucu. Dari namboru ini aku banyak mengetahui keberadaan keluarga bapakku di masa lampau.

Satu hari ketika aku kelas tiga SMA, aku pernah diajak oleh anak namboru Timuran yaitu Girsang ke rumah mereka di Timuran. Waktu itu aku bertemu dengan Girsang di pasar Horas Pematang Siantar. Hari itu hari minggu. Setibanya di Timuran hari sudah sore, sebagaimana saya ceritakan di atas, ketika namboru melihat saya datang, dia langsung memeluk aku dan dia mangandung tanpa air mata. Inilah kali pertama aku ke rumah namboru itu. Malam harinya kami makan malam dan ngobrol banyak hal. Dalam obrolan itu saya mengatakan ke namboru kalau besok pagi-pagi sekali saya harus kembali ke Siantar karena harus masuk sekolah. Setelah selesai ngobrol, akupun tidur bersama lae Girsang. Pagi-pagi sekali, hari masih gelap dan hanya diterangi lampu teplok, namboru membangunkan aku. Dia menyuruh aku untuk membasuh mukaku di belakang rumah. Setelah itu namboru mengajak aku duduk di ruang tengah dapur beralaskan tikar. Aku terharu dan air mataku hampir jatuh ketika aku melihat di atas tikar sudah terhidang masakan daging ayam. Ternyata namboru dipagi yang dingin dan gelap itu telah memotong seekor ayam dan memasaknya untuk dihidangkan khusus buat aku. Benar-benar aku sangat terharu. Tanpa banyak kata-kata kami menikmati masakan itu dengan terlebih dulu diawali dengan sepotong doa ucapan syukur.
Namboru…aku tidak akan pernah melupakan peristiwa ini. Setelah makan, akupun pamit karena harus segera tiba di Siantar agar tidak terlambat masuk sekolah. Sebelum menaiki angkutan aku memeluk namboru itu, amang boru dan lae Girsang. Tanpa kuduga namboru menyelipkan tangannya ke kantongku. Katanya sekedar untuk ongkos angkutan. Akupun meninggalkan Timuran dengan kesan yang sangat mendalam.

Seperti yang sudah kuceritakan di atas, Namboru Timuran kalau mangandung jarang menitikkan air mata, tetapi ketika bapakku meninggal, ia mangandung dengan air mata membasahi pipinya yang sudah keriput, bahkan sampai matanya memerah. Tak lama setelah bapakku meninggal, Namboru Timuranpun meninggal. Waktu itu aku masih kuliah di Medan. Aku tidak dikasi tau. Aku tau beberapa waktu kemudian ketika aku pulang ke rumah kami di Sipanganbolon. Ibuku cerita kalau Namboru Timuran sudah meninggal. Aku sedih, aku teringat kembali segala keunikannya, andung-andungnya, kisah-kisah yang pernah dia ceritakan kepada kami, terlebih-lebih jamuan makan pagi di rumahnya itu.

Itulah sedikit cerita tentang Namboruku yang kami panggil dengan Namboru Timuran.

Iklan

3 Replies to “Namboru Timuran”

  1. horas..tulang

    patujolo saotik oppung ku par sipangan bolon do “boru sinaga”

    tabo hamu na mar namboru i..
    hami pe adong do namboru nami(4)
    alai holan sada do na mar mumus(naburju)

    alai ima lungun ni rohak ku ..
    sampe sadari on namboru nami i dang marrongkap dope(-/+ 45tthn)

    pangidoangku boan hamu di tangiang muna namboru nami i(bere muna)
    asa anggiat tumibu dapotan rongkap..amin

    t00x: namboru Ros ..I LUV U PULL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s