PULANG KAMPUNG

cimg0042

Tak terasa aku kembali lagi dengan rutinitas pekerjaan di bawah langit ibu kota yang kelabu ini. Seminggu sudah aku kembali dari kampung Sipanganbolon.

Tanggal 29 Desember 2008 yang lalu, pukul 07.45 pagi pesawat Batavia Air membawaku dari Jakarta menuju Medan. Titik-titik air yang turun dari langit menemani perjalananku. Batavia Air mendarat di landasan Polonia yang basah pukul 09.45. Sejak malam, hujan mengguyur kota Medan sesuai dengan informasi yang aku dapatkan dari seorang abang becak.

Keluar dari pesawat terasa aroma kota Medan yang selalu kurindui. Dua tahun sudah ketika aku terahir kali menginjakkan kaki di sana. Suasana hiruk bandara menjadi pemandangan khas penanda bandara Polonia. Para porter yang selalu menguasai troli menawarkan jasa dengan cara memaksa. Para agen dan supir taksi merayu penumpang, juga dengan cara memaksa. Kapankah kota Medanku ini akan berubah sedikit lebih ramah…? Apakah ini arti dari ungkapan “Ini Medan Bung!!”…?. Tapi sudahlah, aku tak ingin merusak suasana pulang kampungku hanya dengan memikirkan keriuhan bandara Polonia.

Gerimis masih turun. Aku meninggalkan Polonia menumpang becak motor setelah menyempatkan makan sepiring nasi goreng di bandara. Becak mengantarku sampai ke loket angkutan MRT (Medan Raya Tour). Aku sengaja menumpang becak agar bisa menikmati pemandangan kota Medan yang pernah menjadi bagian dari hidupku ketika aku kuliah di USU. Tidak banyak yang berubah. Hanya ada satu dua pusat perbelanjaan baru yang menghiasi pinggir jalan. Sedikit banyak kenangan beberapa tahun yang lalu muncul kembali ketika aku menyaksikan wajah kota Medan yang semakin tua. Aku ingin berlama-lama di sana, tetapi waktuku tidak banyak. Aku harus segera tiba di kampung halamanku.

Masih di bawah gerimis, aku melanjutkan perjalananku menaiki mobil angkutan MRT menuju kampungku Sipanganbolon. Jalanan agak macet di perempatan terminal Amplas. Disana sedang dibangun jembatan layang. Kata orang-orang proyek pembangunan jembatan itu sudah berlangsung lama, tetapi tidak tahu kapan akan selesai. Mengapa…?. Melewati Amplas mobil yang aku tumpangi melaju dengan kencang, walaupun jalanan cukup ramai. Aku berharap bisa tiba di kampung secepatnya.

Lewat tengah hari sekitar pukul 14.00 mobil yang aku tumpangi istirahat di Simpang Dua-Pematang Siantar. Gerimis sudah berhenti, mataharipun bersinar terang, tetapi jalanan masih basah. Aku menyempatkan untuk makan siang. Satu piring nasi putih, satu mangkok sup dan satu porsi panggang lengkap dengan sambal andalimannya menjadi menu makan siang yang aku pilih. Rasanya nikmat sekali.

Selesai makan siang dan istirahat sebentar, perjalanan berlanjut. Mobil yang aku tumpangi meninggalkan kota Pematang Siantar dengan laju yang kencang. Pohon-pohon sawit, pohon-pohon pinus, jalanan yang berbelok-belok menemani perjalananku. Semuanya menjadi hal-hal yang aku rindui dan membangkitkan berjuta kenangan di masa lalu. Ah…. Betapa indahnya kenangan-kenangan itu.

Tidak terasa kurang dari satu jam kemudian aku sudah berada di kota Parapat. Pemandangan Danau Toba yang dipagari oleh bukit-bukit batu terhampar luas. Pemandangan yang sangat mempesona. Kadang aku berpikir, mungkin Tuhan menciptakan keindahan Danau Toba ini dari tanah surga. Udara parapat yang dingin menyambut kedatanganku. Membelai kulitku hingga ke tulang-tulangku, bahkan sampai ke pusat jantungku. Parapat dengan Danau Tobanyayang tak munkin hilang dari hatiku walau hanya sesaat. Beberapa puluh tahun yang lalu disana hari-hariku begitu indah bersama sahabat-sahabat masa kecilku. Di sana jugalah untuk pertama kalinya aku merasakan bahwa di dunia ini ada yang namanya perempuan dan perempuan itu ternyata cantik. Anda pasti tau yang kumaksudkan bukan…? Butuh waktu lama untuk mengenang kembali masa-masa itu.

Hanya sekejap kota parapat sudah hilang dari pandangan mata. Mobil MRT yang aku tumpangi melaju dengan kencangnya. Aku sudah berada di Sipanganbolon kampung halamanku. Tepat di depan rumah orang tuaku mobil yang ku tumpangi kuminta berhenti. Aku segera turun dan tak sabar ingin secepatnya menemui ibuku.

Bersambung………………

Iklan

Satu pemikiran pada “PULANG KAMPUNG

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s