Haramonting dan Latteung

Sipanganbolon yang terletak di kaki pegunungan bukit barisan memiliki vegetasi yang beraneka ragam. Berikut ini ada berbagai tumbuhan liar khas yang tumbuh di sipanganbolon. Tumbuhan-tumbuhan ini tumbuh sejak dari dulu dan bukan merupakan tanaman yang dibudidayakan. Tanpa disadari tumbuhan-tumbuhan ini telah memberikan makna yang sangat penting bagi Sipanganbolon dan orang-orang yang tinggal disana. Banyak kenangan, kegembiraan, kisah dan cerita telah tercipta bersama tumbuhan-tumbuhan itu yang terlalu manis untuk dilupakan.

1. Haramonting
Haramonting atau di Sipanganbolon sering disebut ramonting (baca: ramotting) adalah tumbuhan liar. Tumbuh di daerah padang rumput atau lajangan. Tinggi ramonting dewasa sekitar 1 ½ meter dengan daun bebentuk lonjong sebesar koin lima ratus rupiah. Memiliki buah seperti bentuk buah delima, tetapi lebih lonjong dengan ukuran sebesar kelereng. Buah muda berwarna hijau dan rasanya kecut, sedangkan buah yang telah matang berwarna ungu dan rasanya manis.

Tumbuhan ini memiliki batang yang kuat dengan akar serabut yang kokoh mencengkram tanah sehingga bisa digunakan sebagai tempat mengikatkan tali kerbau. Karena buah ramonting memiliki rasa yang manis dan enak, anak-anak sangat suka memakannya. Tetapi kalau kebanyakan memakan buah ramonting menyebabkan susah buang air besar. Aku tidak tau mengapa bisa begitu. Haramonting telah menjadi teman akrab bagi “parmahan” di sipanganbolon.

2. Sanduduk
Sanduduk adalah tumbuhan yang memiliki banyak kemiripan dengan haramonting. Tumbuh di daerah padang rumput, tingginya sedikit lebih pendek dari haramonting, daunnya lebih lebar dan terdapat bulu-bulu halus. Buahnya lebih kecil berwarna merah dan kalau sudah matang akan pecah dan isinya yang berwarna ungu kehitaman bisa dimakan. Rasannya “sapot”.

3. Lamoja
Lamoja juga merupakan tumbuhan liar. Tumbuh di pinggiran hutan dengan tinggi bisa mencapai tiga sampai lima meter. Memilikibuah yang kecil sebesar buah lada. Buah muda berwarna hijau dan buah matang berwarn hitam dan keras. Buah lamoja ini tidak bisa dimakan karena rasanya tidak enak dan keras.

Anak-anak di Sipanganbolon sering menggunakan buah-buah lamoja ini sebagai peluru untuk mainan tembak-tembakan yang bernama pak-pak. Mainan ini terbuat dari sepotong bambu yang berlubang tembus dengan sepotong bambu lagi sebagai alat pendorong. Alat ini memanfaatkan tekanan udara yang ada dalam potongan bambu yang didorong dengan potongan bambu pendorong. Tekanan udara tersebut akan melesatkan peluru dengan kecepatan tinggi dan menghasiklan bunyi “pak” yang keras. Kulit yang dikenai peluru ini akan terasa sakit. Permainan ini menjadi salah satu permainan anak laki-laki yang mengasyikkan di Sipanganbolon ketika aku masih anak-anak.

4. Pirdot
Pirdot merupakan tumbuhan yang buahnya bisa dimakan. Pohonnya lumayan tinggi, batangnya mudah patah, daunnya lebar-lebar dan biasa tumbuh di tepi aliran air atau tempat yang lembab. Buahnya berbentuk bulat sebesar kelereng, kalau sudah matang mengandung cairan seperti lendir yang rasanya manis. Tupai sangat menyukai buah pirdot sehingga sering kali kita menemukan tupai di pohon pirdot.

5. Tumbor
Tumbor (baca: tubbor) merupakan tumbuhan merambat yang seluruh batangnya dipenuhi duri. Biasa tumbuh di tempat yang teduh dan lembab, berdaun lebar dan buahnya sangat cantik dan manis. Buah muda tertutup oleh kelopak berwarna hijau dan rasanya asam, sedangkan buah yang telah matang akan terbuka dari kelopaknya dengan warna merah merona yang rasanya manis keasam-asaman. Selain buahnya, tunas tumbor ini juga bisa dimakan dengan terlebih dulu membuang kulitnya yang dipenuhi duri. Rasanya asam-asam kecut.

6. Latteung
Latteung adalah tumbuhan jenis terung-terungan. Batang dan daunnya hampir sama dengan terung, hanya saja latteung memiliki duri dari batang sampai ke urat-urat daunnya. Buahnya bulat sempurna sebesar bola pimpong. Kulit buah mulus dan warnanya orange menarik. Tetapi buah ini tidak pernah dimakan.

Karena buah ini cantik tetapi tidak berguna (setidaknya sampai sekarang belum ditemukan manfaatnya) maka ada orang yang berpenampilan menarik tetapi sifatnya buruk disebut dengan “Latteung”.

7. Rau
Rau adalah tumbuhan berpohon besar dan tinggi. Biasanya tumbuh di tepi jurang dengan tanah yang lembab. Daunnya berukuran sedang dan buahnya bulat sebesar telur ayam. Buah yang matang bisa dimakan dan rasanya manis.

Bersambung……………

11 pemikiran pada “Haramonting dan Latteung

  1. Lamoja do hape i ate, sipata didok do golom masak, alana molo diremas/nigolom bulung nai gabe marbottar hera na masak. Molo boi ditambah jo ba : sanggirgir, minggol, adong do muse sadanai rias liar jadi umbi-umbinion manis do, lupa ahu goarna, baru aha muse ate…hmmmmm…longat hape, andalehat, tada-tada dope, buahnion tabo hian do agepe gok sugana, molo boi muse angka flora antong, tarsongon ihan, pora-pora, haruting, sibahut, sikke, itok, adong dope ikan binanga i mandurung tahe jolma lupa ahu muse…anduhur, ambaroba bontar, ambaroba hunik, apporik, padidit, mossi, menci bahasa karona, bagudung, herek, bodat, aili, dll. Horas…

  2. Yakk ampun ‘to…
    Aku susah sekali menjelaskan kepada teman2ku digereja kalau ada buah haramonting dan lateung…ternyata ada juga orang seusiaku yang tahu jenis ‘benda aneh’ tersebut….!
    Sampai2 aku sempet ragu, apa iya namanya haramonting ya? hahahahahahaha..
    Apalagi lateung, yang dikira cuma julukan aja..

  3. Hahaha..ido hape na nidok ni Prof. Nasution ” Molo au Profesor sitoho do dang professor latteung au inna waktu dapat gelar di UI” hehehe
    Casing na do Professor maksudna ate..
    Mauliate..

    NB.. molo sera-sera aha do muse didok hamu disan?
    sering do diallang parmahan i

      1. Lae Hotdin, molo di hami di batunabolon/Parsoburan , jengga ima buah ni pinasa/nangka na gagal jadi parbue.manang mutik ni pinasa alai dang hei jadi parbue,, semacam bunga jantan mai.

  4. molo boi sekalian baen tu bahasa indonesia akka goar nai asa binoto goar di huta niba,,,,,, jala godang dope akka suan suanan na lain na boi dope pa masukon misal na sotul,eee lupa au alai jot-jot do monggop disi pidong si buruk.

  5. Syalom !!! molo boi dohot gambar ni Pirdot, au pe dang hutanda pirdot, alana didok ubat.
    Ubat ni aha doi puang, urupi hamu jolo.

  6. Molo Sera Sera di hami an di Silindung di dok ma “JENGGA”

    Molo Pirdot, bulungna i naung masak na manabui di robus ma hira hira 4 manang 7 lembar, aekna hira hira 1,5 galas, dirobus sampe tinggal 1/5 galas. ima di inum, manfaatna ubat ni Butuha manang Mag dohot meredam Gula….

  7. Pirdot….tanaman yg setahun terakhir ini tiba-tiba trend đï kampungku siantar krn dijadikan obat oleh “omak-omak”dsana, termasuk mamaku yg stiap hari merebusnya, đäη ∂ķΰ slalu merasa aneh đäη agak Ъќ yakin karena benar2 tidak mngenal tanaman pirdot ini. Tx share infonya bang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s