Dolok Sitanggurung dan Binanga Naborsahan

Dolok Sitanggurung tegak berdiri disana

Mengawal setiap denyut jantung yang berdetak

Menemani setiap nafas yang mendesah

Mengawal sejarah, menyongsong masa depan

Pohon-pohon pinus yang hijau

Laksana serdadu yang selalu siaga siang dan malam

Menjaga jiwa-jiwa dari segala ancaman dan bencana

Walau kini serdadu itu tampak semakin renta, tetapi masih tetap setia

Walau semakin rapuh, tetapi tak pernah mengeluh

Binanga Naborsahan perlahan tapi pasti mengalirkan damai sejahtera

Menyirami tanah yang dilaluinya dengan kehidupan

Menyemangati benih-benih agar segera tumbuh menjadi berkat

Walau semakin ringkih, tetapi tak pernah alpa

Langkah yang makin tertatih tak pernah berhenti

Airnya yang bening membasuh jiwa

Airnya yang segar memuaskan dahaga

Dolok Sitanggurung dan Binanga Naborsahan

Dua sejoli yang sering terlupakan, terabaikan dan terlantar

Tetapi mereka telah minjadi jiwa yang tak terpisahkan

Dari sebuah negeri di kaki bukit barisan

Sebuah tanah yang subur dan permai

Sipanganbolon.

Aku disini bermenung,

Wahai Engkau Dolok Sitanggurung,

masihkah engkau berdiri disana dengan segala keperkasaanmu 30 Tahun lagi?

Masihkah serdadumu setia sampai 20 tahun lagi?

Dan engkau Binanga Naborsahan,

Masihkah damaimu mengalir sampai 40 tahun lagi?

Masihkah airmu yang bening mampu menghapus dahaga hingga 10 tahun lagi?

Dolok Sitanggurung dan Binanga Naborsahan

Tetaplah kalian berada disana selamanya

Mengawal sejarah dan menyongsong masa depan

Biarlah anak cucu kami tetap menikmati pesonamu

Seperti yang dinikmati nenek moyang kami

Dolok sitanggurung dan Binanga Naborsahan

Dua sejoli penanda Sipanganbolon

Permata indah yang nilainya tiada tara

Istana kecilku, 08 Juli 2008

sangMatahari

2 pemikiran pada “Dolok Sitanggurung dan Binanga Naborsahan

  1. Saya terima kembali pada bapak saya (S.M.C Sinaga) ketika mencerikan kepada saya dari mana dan kenapa saya diberikan nama “BINANGA”. Nama saya sangat “Khas” dan susah menemukan nama yang sama dengan saya. Pada waktu itu bapak saya mengatakan bahwa “Binanga” tsb adalah nama Ompung bapak saya dan nama tersebut diambil dari nama sungai yang cukup besar (kala dulu) dan sangat banyak airnya dan bersih. Masyarakat Sipanganbolon dipenuhi kebutuhan airnya dari “Binanga Naborsahan”. Sangat sentimentil kalau mengingat bagaimana “damainya” dan “Asrinya” kala itu ICON Huta Sipanganbolon dengan Sungai / Binanga Naborsahan. Semoga Icon ini tidak hilang dan anak cucu kita masih diberikan Tuhan untuk meminum air dari Binanga Naborsahan. Semoga……(Binanga Sinaga).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s