Seminar Nasional di BPPT

Kemarin, Kamis 03 Juli 2008 aku mengikuti sebuah seminar nasional yang diselenggarakan oleh KAHMI (Korps Alimni Himpunan Mahasiswa Islam) bertempat di gedung 2 BPPT jalan MH. Tamrin Jakatra. Thema dari seminar tersebut adalah “Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir: Jalan Terahir”

Aku berangkat dari kantor jam 11.30 wib menaiki bis patas Bianglala 44 jurusan Ciledug Senen. Aku turun di depan Gedung Sarinah, karena seingatku gedung BPPT berada persis di depan gedung Sarinah. Tetapi ternyata setelah aku ada di depan Sarinah aku tidak menemukan Gedung BPPT. Aku bertanya kepada orang yang lagi lewat di sana, tetapi dia tidak tau. Aku bertanya lagi ke orang yang lagi nongkrong di trotoar, dia juga tidak tau. Kemudian aku bertanya kepada seorang petugas parkir di gedung yang ada persis di depan Sarinah dan dia bilang kalau gedung BPPT itu berada tiga gedung setelah lampu merah ke arah BI. Akupun mengikuti petunjuk dari tukang parkir tersebut dengan tidak lupa mengucapkan terimakasih. Begitulah gedung yang sering saya lewati tapi jarang saya perhatikan. Pelajaran pertama, perhatikanlah dengan seksama setiap tempat yang kamu kunjungi atau lalui.

Setibanya di depan gedung BPPT aku menemui satpam. Aku tanyakan tempat seminar yang akan aku tuju dan dia menunjuk ke gedung belakang. Sebuah gedung bertingkat yang cukup megah. Wah…Hebat, BPPT ini memiliki gedung yang bagus, mewah dan luarbiasa, akukagum. Aku menuju gedung tersebut melewati sebuah jembatan yang dibawahnya mengalir sebuah kali (perlu diketahui bahwa di jakarta banyak sekali jembatan yang tidak ada kali/sungainya), kemudian aku menaiki beberapa undakan dan masukmelalui pintu kaca. Di pintu aku disambut oleh dua orang sekuriti dan menyapa aku dan menanyakan tujuanku. Kemudian aku melalui sebuah gerbang detektor logamseperti yang ada di bandara-bandara itu. Melalui lift aku naik ke lantai 3 dimana seminar tersebut akan dilangsungkan.

Di lantai tiga aku mendaftar ke petugas registrasi seminar, kemudian naik ke lantai 4 untuk makan siang. Selesai makan siang kembli kelantai 3 dan masuk ke ruangan tempat seminar dilaksanakan.

Seminar diawali dengan sambutan dari Ketua presidium KAHMI, dilanjutkan dengan key note speaker oleh Menristek yang diwakili oleh deputinya, kemudian diskusi sesi pertama, diskusi sesi kedua dan diakhiri dengan penutupan.

Para pembicara pada seminar ini ada dari BATAN, BAPETEN, DPR, DEPLU, DESDM, UIN dan Masyarakat Peduli Energi dan Lingkungan.

Batan mempresentasikan apaitu PLTN dan segala seluk-beluk yang berkaitan dengan teknologi nuklir. Bapeten mempresentasikan mengenai safety dan pengawasan semua aktivitas manusia yang berkaitan dengan nuklir. DPR mempresentasikan nuklir dari sisi aspek politik. Deplu mempresentasikan kebijakan internasional pemerintah terhadap nuklir. DESDM mempresentasikan roadmap PLTN dan hubungannya dengan ketersediaan energi indonesia di masa yang akan datang. UIN mempresentasikan peranan dunia pendidikan khususnya universitas dalam mewujudkan PLTN. Masyarakat Peduli Energi dan Lingkungan mempresentasikan bagaimana informasi yang salah tentang PLTN yang diterima oleh masyarakat telah menghambat proses pembangunan PLTN.

Awalnya seminar ini cukup membosankan, karena sifatnya presentasi atau pemaparan, terlebih lagi karena diselenggarakan setelah makan siang. Tiupan udara AC membuat mata mengantuk, mulut menguap dan tubuh rasanya ingin tidur. Tetapi pada saat sesi tanya jawab suasana berubah rame. Para penanya begitu antusias dan bersemangat sampai sampai ada penanya yang berteriak mengajukan pertanyaan dan pendapatnya.

Ada penanya yang menanyakan mengapa sampai sekarang PLTN belum dibangun. Jangankan PLTN, indonesia seharusnya punya senjata nuklir kata penanya yang lain. Begitulah pertanyaan dan saran mengalir lancar dari banyak penayan. Yang unik lagi, seorang penanya adalah Mohammad Amin pemeran jin pada sinetron Jin dan Jun. Dia menyatakan bahwa pemerintah harus berani memulai membangun PLTN, kalau PLTN tsb memang layak dibangun di Indonesia. Masalah ada orang yang pro dan kontra, itu akan tetapada sampai kapanpun. Waktu Indonesia mau merdekapun tetap ada pro kontra. Tetapi setelah indonesia diproklamasikan dan masyarakat merasakan hasil dari kemerdekaaan itu, tidak ada lagi orang yang tidak setuju dengan kemerdekaan. Tidak ada lagi orang yang mau kebali dijajah. Demikian halnya dengan PLTN, kalau masyarakat sudah menikmati manfaat dari PLTN itu, makapenolakan-penolakan itu akan berakhir dengan sendirinya.

Seminar PLTN kali ini jauh berbeda dengan seminar serupa yang pernah sayaikuti di Semarang. Seminar kali ini hampir semua peserta mendukung PLTN. Peserta mengharapakn pemerintah segera merealisasikan PLTN di Indonesia.

Pukul 17.30 seminarpun berahir, aku meninggalkan ruang seminar. Di pintu keluar aku menerima sebuah sertifikat tanda telah mengikuti seminar tsb dari seorang gadis cantik  petugas yang  kepadanya aku mendaftar sebelum seminar dimulai. Tapi ada sesuatu yang aneh, Gadis tersebut berpesan agar akusendiri menuliskan namakudi sertifikat tersebut. Wah….. aneh…he…he…he…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s