AIR SUSU ITU

Pagi ini aku telah mengerti akan satu hal besar.

Hal yang selama ini menjadi tanda tanya sekaligus ketidaksukaanku.

Akhirnya manusia harus “meninggalkan” saudara-saudaranya.

“meninggalkan” ayah-ibunya.

“meninggalkan” sanak-famili

“meninggalkan” masa kecilnya

“meninggalkan”kanpung halamannya.

Akhirnya manusia “meninggalkan” air susu ibunya.

Akhirnya manusia “meninggalkan” belaian hangat bapaknya.

Akhirnya manusia “meninggalkan” kebersamaan dan canda tawa dengan saudara-saudaranya.

Akhirnya manusia tidak dapat lagi bergayut di lengan bapaknya.

Akhirnya manusia tidak dapat lagi bermanja di pelukan ibunya

Akhirnya manusia tidak dapat lagi bermain, berkejar-kejaran dengan saudara-saudaranya

Akhirnya semua itu akan berakhir.

Jeruji-jeruji norma dan etika telah memaksa manusia mengakhiri semua itu

Persaingan hidup, keinginan, cita-cita, keterbatasan, ketidakmampuan, kelalaian, keteledoran, kesalahan dan segala macam alasan telah memaksa manusia mengakhiri semua itu.

Dunia memang semakin luas namun gerakan makin terbatas

Kosakata memang semakin banyak namun kata-kata yang keluar dari mulut makin berkurang

Semua seperti kereta api yang harus berjalan pada rel yang telah ditentukan

Semuanya dibatasi dan dibatasi.

Norma, etika dan yang sejenisnya telah membatasi semuanya.

Air susu ibu, kain gendongan, belaian manja dan segala macam yang membahagiakan dimasa lalu ternyata harus diakhiri.

Norma, etika dan yang sejenisnya harus dipatuhi

Hidup yang kaku harus dijalani

Itulah kenyataan

Kenyataan yang tidak boleh dilewatkan

Kenyataan yang suka atau tidak, harus dialami

Sekarang…..

Tinggal bagaimana menikmatinya.

Menikmati kenyataan

Menerima kenyataan

Menjalani kenyataan

Mensyukuri kenyataan

“kenyataan bukanlah mimpi, tetapi mimpi bisa jadi kenyataan”

Bermimpilah setinggi langit dan jadikanlah mimpimu jadi sebuah kenyataan, dengan tidak mengabaikan norma, etika dan yang sejenisnya.

Senin, 29 Oktober 2001

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s