senja di the plaza semanggi

Kemarin 7 juni 2008 adalah sebuah hari yang ditunggu banyak orang, pesta bola terakbar tahun ini dimulai, yaitu EURO 2008. Yang mau aku ceritakan disini bukanlah cerita tentang bola tersebut, melainkan sebuah kegiatan yang biasa-biasa saja.

Jakarta adalah kampung yang sangat besar, tempat berkumpulnya jutaan manusia dari penjuru nusantara. Bisa aku pastikan seluruh daerah, suku,budaya, bahasa dan semua yang ada di Indonesia pasti terwakili disini. Tidak terkecuali batak dengan segala budayanya.

Hari Sabtu adalah hari yang istimewa bagi hampir semua orang batak yang ada di Jakarta. Hari sabtu merupakan pilihan paling tepat melangsungkan ritual budaya, khususnya budaya adat pernikahan. Hari Sabtu kemarin aku diajak abangku memenuhi undangan sebuah pernikahan. Sebenarnya ada 2 undangan pernikahan yang diterima abangku, tetapi karena waktunya bersamaan, tidak mungkin kedua undangan itu dipenuhi. Abangku memilih memenuhi undangan yang di Gedung Sejahtera, sedangkan yang di restu, biarlah Tulang nainggolan yang mengatasinya.

Kami tiba di Gedung Sejahtera sekitar pukul 13 lewat dan acara mankan sudah dimulai, tetapi masih banyak kursi yang kosong, sehingga kami tidak susah mencari tempat untuk mengikuti acara makan tersebut. Perut yang sengaja dikosongkan dari rumah, pas sekali dengan menu yang terhidang di meja. Nasi putih, sangsang, naniarsik, daun singkong, ayam panggang dan pisang barangan. Tanpa banyak bicara aku lansung mengikuti ritual makan bersama itu, tidak lupa terlebih dulu aku mengucapkan syukur kepada Sang Pencipta, karena kami tiba sesaat setelah doa makan selesai. Acara makan itu diiringi oleh alunan music dan lagu-lagu batak, namun sayang sekali saund systemnya distel kencang sekali hingga memekakkan telinga. Seandainya music itu mengalun dengan volume yang pas di telinga, pasti acara makan ini akan jauh lebih nikmat. Aku mengimpikan suatu saat bila Tuhan mengijinkan aku melakukan acara separti ini, aku ingin musiknya ditata dengan baik dan pas di telinga……he…he…he… semoga. Tapi biarlah, toh yang lain asik-asik aja.

Selesai makan aku bertemu dengan saudara-saudara yang lain, salaman, ngobrol dan selanjutnya pindah tempat duduk untuk mengikuti acara berikutnya.

Aku tidak berlama-lama disana, aku pamit pada abangku karena aku ada janji dengan temanku jam 16 di semanggi. Dari Sejahtera naik angkot kwk ke UKI Cawang melalui tol taman mini. Dari cawang naik Bis patas 6 turun di semanggi. Aku langsung ke plaza semanggi. Di sana singgah sebentar di Gramedia. Setiap kali mengunjungi mal atau tempat-tempat keramaian, aku selalu singgah di toko buku yang ada di tempat tersebut. Aku berterima kasih kepada toko-toko seperti gramedia, gunung agung, Immanuel, Hosana dan toko-toko buku yang lain, karena merekahlah aku bisa belajar banyak hal. Hanya di tempat-tempat seperti itu aku bisa berlama-lama dan sampai lupa waktu.

Aku tiba di plaza semanggi pukul 15.30, tiga puluh menit kemudian aku naik ke lantai 10. Wooowwww……indah sekali. Ini pertama kali aku kesana. Tempat makan yang sengaja ditempatkan di puncak plaja semanggi. Dari sana kita bisa melihat ke sekitar jalan sudirman dan gatot subroto. Gedung gedung tinggi di sepanjang sudirman jelas terlihat. Gedung yang paling jelas terlihat dari posisi dimana aku duduk adalah Sampoerna Strategic Square (dulunya gedung bank danamon), terlihat jelas dari bawah sampai ke lantai paling atas tanpa ada yang menghalangi. Aku selalu kagum setiap kali melintas di depan gedung ini. Gedung dengan dua menara yang tinggi dengan halaman luas yang ditata sedemikian rupa menjadi taman (tamannya masih dalam tahap pembangunan). Sekali lagi, pemendanagn kota Jakarta dari tempat ini cukup menarik, walaupun masih jauh lebih indah pemandangan di tempat yang waktu kecil aku anggap biasa-biasa saja, tetapi ternyata sangat luar biasa yaitu danau toba.

Tidak lama kemudian temanku datang. Kami segera memesan makanan. Aku pesan mie goreng ayam, jus jeruk dan air mineral. Temanku memesan mie kuah ayam dan teh manis dingin. Setelah pesanan terhidang dimeja, tercium aroma yang sangat enak. Tak usah lah aku membandingkan mana yang lebih enak makanan yang sekarang ada di hadapanku atau tadi di gedung sejahtera. Ke duanya mempunyai cirri khas masing-masing dan keduanya sama-sama enak. Satu hal yang harus aku bandingkan antara makan di gedung sejahtera sebelumnya dengan makan di plaza semanggi ini adalah musikyang menemani makan tersebut. Kalau di gedung sejahtera music membuat selera makan berkurang, di plaza semanggi music ditata sedemikian rupa sehingga sangat pas di telinga.

Sambil menikmati makanan yang enak itu,kami mengobrolkan banyak hal, tentang pekerjaan, tentang sekolah, saudara, teman, makanan dan lain-lain. Tidak terasa matahari sudah berlari ke barat dan sekejap hilang dari pandangan. Langit yang tadinya biru berganti jadi abu-abu, kemudian hitam dan malampun datang menyapa Jakarta.

Kalau tadi pemandangan cukup indah, sekarang ternyata lebih indah lagi. Lampu warna-warni membuat warna Jakarta lebih cantik, lebih semarak dan lebih romantis. Sayang sekali aku tidak membawa kaca mata yang baru mulai aku pakai sebulan yang lalu. Pasti keindahan ini akan lebih jelas terlihat. Tujuh tahun sudah aku bernaung di bawah langit ibu kota ini, tapi baru kali ini aku melihat langsung Jakarta dari sudut yang berbeda. Dari sebuah tempat yang setiap hari kulalui tapi baru kali ini aku singgahi.

Terima kasih kawan.

Kamu telah menunjukkan padaku satu sudut ibu kota yang belum pernah aku lihat. Mungkin bagi banyak orang ini adalah hal yang biasa, tetapi buatku ini sesuatu yang istimewa.

Senja di puncak “The Plaza Semanggi” penuh makna.

Janji…. Aku pasti akan kembali ke sana.

Istana kecilku, 7 juni 2008

sangMatahari

Iklan

2 pemikiran pada “senja di the plaza semanggi

  1. HEEEEEEEE……
    isi comment apa y bang????
    yg pasti aq senang bngt baca isi dr puncak Plaza Semanggi nie.
    kpn lg nie kita ksana????

  2. Kunci keindahan adalah hati. Hati yang sedang indah, berbunga-bunga, maka akan melihat sesuatu yang indah itu benar-benar indah…maka hati yang indah itu perlu diciptakan…mungkin salah satunya adalah makan berdua dengan sahabat….

    btw siapakah orang yang beruntung yang ditemani Pak Paber itu ? boleh tahu kah..hehehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s