Acara Bona Taon 2010 Sipanganbolon Se-Jabodetabek

Hari itu Sabtu, 3 April 2010, cuaca sangat cerah. Pagi-pagi sekali aku sudah beranjak dari tempat tidurku, walaupun rasa kantuk masih menggantung di kelopak mata. Semalam aku tidur sangat larut, karena pulang dari klender sudah tengah malam untuk urusan rapat terakhir dan mempersiapan gedung beserta aksesoriesnya untuk keperluan acara hari ini.

Istriku mengeluarka jas dari lemari. Jas itu nanti akan kaku kenakan sesuai dengan kesepakatan paniatia, bahwa seluruh paniti yang laki-laki mengenakan jas dan yang perempuan mengenakan kebaya. Hal ini disepakati karena acara ini adalah sebuah acara yang sangat penting buat keberlangsungan Punguan keluarga besar Sipanganbolon se-Jabodetabek dohot Nahumaliangna. Sudah lebih dari empat tahun punguan ini mengalami kemunduran dan nyaris vakum, oleh karena itu dibutuhkan suatu gebrakan atau shock terapi atau apalah namanya untuk membangkitkan kembali punguan ini. Pesta Bona Taon dipilih menjadi momentum kebangkitan kembali punguan yang nyaris layu ini.

Sesuai dengan jadwal yang ditentukan, acara akan dimulai jam 10 pagi, dengan demikian seluruh paniatia harus sudah berada di tempat acara 2 jam sebelu macara dimulai. Dari rumah aku berangkat sendiri menompang taksi Blue Bird. Istriku nanti menyusul karena dia masih harus ke tempat kerjanya terlebih dahulu. Blue Bird melaju kencang melalui jalan tol, masuk dari pintu tol Bekasi Timur dan keluar di pintu tol Bintara Pondok Kopi.

Tidak sampai setengah jam aku sudah sampai di Gedung Serba Guna Rumah Susun Klender, dimana acara Bona Taon akan dilaksanakan. Ruangan masih sepi, walaupun waktu telah menunjukkan pukul 9 pagi. Disana hanya ada wakil ketua panitia bapak Marusaha Sinaga, bapak Sinaga “parpisang” dan beberapa orang yang tidak aku kenal yang sedang mempersiapkan sound system dan seorang petugas kebersihan yang sedang melap korsi-korsi undangan. Wahh… panitia yang lain dimana ya…??? Waktu kalian memang selalu ngaret seperti halnya setiap kali kita rapat. Tidak lama kemudian satu persatu panitia hadir di ruangan tersebut dan mempersiapkan segala sesuatu yang akan diperlukan untuk acara. Aku sendiri mempersiapan catatanku dan mengecek kembali penampilanku agar peranku sebagai pembawa acara bisa berjalan lancar.

Tidak lama kemudian semua persiapan sudah beres. Di meja penerima tamu yang persis berada di dekat tangga masuk ruangan sudah ada Bapak Jamonton Sinaga. Dia nanti yang akan menerima tamu sekaligus menyerahkan teks acara beserta formulir registrasi ulang anggota punguan. Di samping meja penerima tamu sudah tersusun kotak-kotak putih yang berisi menu untuk makan siang. Di bagian depan ruangan sudah terpajang panggung kecil dengan alas berwarna biru gelap dan sekeliling panggung dihiasi dengan tanaman-tanaman hias yang tersusun rapi. Latar panggung ditempeli tulisan “Pesta Partangiangan Bona Taon 2010 Punguan Keluarga Besar Sipanganbolon Se-Jabodetabek dohot Nahumaliangna Sabtu, 4 April 2010” yang terbuat dari stereo foam dengan tulisan warna kuning dan latar warna biru. Diatas panggung, persis di tengah telah berdiri sebuah podium mungil yang akan dipakai oleh pemimpin kebaktian dan untuk kotbah.

Di tengah ruangan juga sudah tersusun dengan rapi kursi-kursi undangan dengan jumlah sekitar 150 kursi. Diharapkan kursi-kursi ini akan terisi penuh sesuai dengan jumlah perkiraan banyaknya undangan. Sesuai dengan data yang dikumpulkan, diperkirakan ada sekitar 70 sampai 80 KK orang Sipanganbolon yang tinggal di Jabodetabek dan sekitarnya. Ini adalah jumlah yang cukup banyak dan apabila disatukan dan diorganisir dengan baik bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk kepentingan dan kesejahteraan anggota, bahkan bisa memberikan sumbangsih buat Sipanganbolon.

Waktu telah menunjukkan jam 10, namun baru sedikit undangan yang hadir di ruangan. Melihat undangan yang masih sedikit, panitia sepakat acara diundur sampai jam 11. Sambil menunggu para undangan, beberapa undangan dan panitia secara spontan menyumbangkan lagu utuk menghibur para undangan yang sudah lebih dahulu datang. Lagu-lagu batak mengalun silih berganti. Ternyata banyak juga orang Sipanganbolon ini yang pintar menyanyi. Suara mereka tidak kalah dengan suara penyanyi yang disewa bersama pemain musik yang ada disana.

Tepat pukul 11 acara dimulai. Acara pesta bona taon ini diawali dengan kebaktian yang dipandu oleh ibu R boru Sirait dan kotbah dibawakan oleh Pendeta R boru Sinaga. Sesuai dengan thema: ”Sai na dongananku do hamu rasi rasa ro ajal ni hasiangan on” pendeta menekankan dalam kotbahnya agar jangan ragu-ragu untuk berbuat baik dalam punguan Sipanganbolon, karena Tuhan telah berjanji akan menemani kita. Dalam kebaktian ini diisi juga dengan sebuah persembahan lagu dari Bapak Marusaha Sinaga dengan judul “You rise me up” yang diiringi oleh petikan Organ oleh Duma Sinaga. Lagu ini benar-benar pas untuk membangkitkan kembali punguan Sipanganbolon ke depan. Tidak ketinggalan doa syafaat dipanjatkan yang menjadi salah satu inti dari acara ini. Doa syafaat dipimpin oleh Bpk Sinaga “Bambu Apus”. Kebaktian berlangsung selama 1 jam dan berakhir tepat pukul 12.

Selesai kebaktian dilanjutkan dengan makan siang bersama. Doa makan bersama dipimpin oleh bapak J. Sirait dari Rawa Lumbu Bekasi. Menu makan siang ini terdiri dari nasi putih, sangsang namargota atau tdk margota, rendang sapi untuk parsubang, ikan teri goreng sambal, telor bulat digoreng sambal dan sayur buncis. Minumnya air mineral. Selama makan bersama berlangsung diiringi oleh alunan lagu-lagu “Merdu”. Kenapa aku beri tanda kutip pada kata merdu?, karena lagu-lagu itu akan lebih merdu apabila volume suara sound system dikurangi. Lagu-lagu itu akan lebih nikmat apabila sound system tidak berteriak-teriak menerjang gendang telinga. Ke depan perlu diperhatikan, suara sound system yang enak didengar tidak berarti sound system disetel sekencang-kencangnya.

Acara semakin meriah ketika selesai makan bersama, anak-anak diundang untuk maju ke atas panggung untuk menerima bingkisan. Bingkisannya memang cuma berisi makanan ringan layaknya bingkisan yang diterima anak-anak ketika mereka menghadiri ulang tahun temannya. Namun disini panitia mau menunjukkan bahwa dalam punguan Sipanganbolon, anak-anak juga mendapat perhatian khusus. Panitia Juga mau menunjukkan kepada semua, bahwa ditangan anak-anak inilah masa depan punguan 10 atau 20 tahun ke depan. Penasehat dan wakil ketua punguan yang mewakili memberikan bingkisan. Mereka berpesan kepada anak-anak untuk mengetahui bahwa Sipanganbolon adalah Bona Pasogit mereka. Dengan wajah-wajah ceria anak-anak menerima bingkisan dan meninggalkan panggung sambil berlari-lari.

Tibalah saatnya laporan dan sambutan. Ketua panitia pesta yaitu Bapak T. Sinaga [A. Sinta] dari Srengseng dalam laporannya meyampaikan kronologis diadakannya pesta bona taon ini. Diawali ketika tgl 10 Januari yang lalu ada pesta pernikahan anak dari bapak B. Manurung dari Cipinang di gedung Korpatarin Pulo Mas. Di acara itu ada beberapa orang Sipanganbolon yang hadir dan dalam perbincangan mereka, mereka memprihatinkan punguan Sipanganbolon yang mengalami kemunduran. Dari situlah mereka sepakat untuk mengaktifkan kembali punguan. Sebagai langkah awal dipilihlah untuk melaksanakan acara bona taon. Beberapa waktu kemudian diadakanlah rapat pembentukan panitia pesta dan dilanjutkan dengan rapat-rapat berikutnya. Dengan segala keterbatasannya, panitia telah bekerja keras dan hari ini kita bisa melaksanakan pesta bona taon ini. Ketua panitia juga berpesan agar pesta bona taon ini dijadikan sebagai tonggak kebangkitan kembali punguna Sipanganbolon se-Jabodetabek dan sekitarnya, dan diharapkan kepedulian yang sungguh-sungguh dari semua orang sipangan bolon yang tinggal di Jabodetabek dan sekitarnya.
Setelah laporan ketua panitia, dilanjutkan dengan sambutan dari ketua punguan, yang pada kesempatan ini diwakili oleh wakil ketua umum, karena ketua umum yaitu Bapak P. Nainggolan yang tinggal di kembangan Jakarta Barat berhalangan hadir karena alasan kesehatan. Kesehatan Bapak Nainggolan memang menurun sejak mengalami kecelakan beberapa tahun yang lalu. Sejak saat itu pula punguan ini mengalami kemunduran. Dalam sambutannya wakil ketua menyampaikan penghargaan dan terimakasih yang besar kepada panitia yang telah melaksanakan Pesta Bona Taon ini. Dia juga menguraikan sekilas tentang keberadaan punguan sipanganbolon di jakarta sejak tahun 80-an yang berjalan timbul tenggelam seperti kapal selam. Dia juga meminta maaf kepada semua hadirin atas ketidakmampuan pengurus menjalankan punguan secara aktif dalam beberapa waktu terakhir ini. Namun kemunduran ini bukan semata-mata ketidakmampuan pengurus, tetapi juga atas kurangnya kepedulian anggota. Dia berharap dalam acara ini akan diperoleh keputusan apakah punguan akan dilanjutkan atau distop saja sampai di sini. Spontan hadirin mengatakan “dilanjutkan”. Kalau dilanjutkan, dia berharap pengurus mendatang untuk sunguh-sungguh mengelolanya dan seluruh anggota harus berpartisipasi dan mendukung penuh program yang dijalankan oleh pengurus.

Tidak ketinggalan Penasehat punguan memberikan sambutannya. Penasehat diwakili oleh Bapak Sinaga dari Bambu Apus. Dalam sambutannya dia mengulangi kembali sejarah berdirinya punguan Sipanganbolon di Jakarta yang pertama sekali diketuai oleh Almarhum Pendeta Mangara Sirait. Punguan ini pada awalnya dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dengan diadakannya arisan bulanan secara bergilir di rumah anggota punguan. Beberapa tahun kemudian punguan ini meredup dan “hilang ditelan angin”. Tahun 2002 ketika ketua punguan Pdt. Mangara Sirait meninggal dunia, timbul kembali keinginan menghidupkan kembali punguan dan berlansung sampai sekarang dengan segala pasang surutnya. Penasehat juga menegaskan bahwa punguan ini jangan sampai distop. Punguan ini harus tetap dihidupkan dan penasehat siap memberika dukungan penuh.

Sambutan juga diberikan oleh warga Sipanganbolon yang tinggal di kampung dan kebetulan datang ke jakarta. Dia adalah bapak M. Sinaga dari kampung Simaibang. Dalam sambutannya dia mengungkapkan kebanggaanya akan orang-orang Sipanganbolon yang merantau ke Jakarta dan sekitarnya. Dia bangga orang-orang Sipanganbolon yang ada di perantauan bersatu dalam punguan Sipanganbolon. Dia berharap punguan ini dapat berjalan dengan baik dan bisa memberikan sumbangsih buat kemajuan Sipanganbolon. Sebuah permintaan khusus disampaikan yaitu dia meminta punguan sipanganbolon yang ada di perantauan ikut memikirkan penutupan lokalisasi Adian Padang yang ada di Sipanganbolon. Lokalisasi tersebut telah merusak generasi muda di Sipanganbolon. Di akhir sambutannya dia menyampaikan umpasa “Napuran tano-tano rangging marsironggoman, Dagingta [orang yang dikampung dengan yang di perantauan] padao-dao tondinta I marsigonggoman. Sahat-sahat disolu sahat tu bontean ni tigaras, sai sahat ma punguan Sipanganbolon on tu panggabean jala horas-horas.

Setelah semua sambutan disampaikan, acara diselingi dengan mendengarkan lantunan lagu. Sembari mendengarkan lagu yang mengalun, seksi konsumsi bergerak membagikan minuman kopi dan teh manis beserta makanan khas batak yaitu lappet kepada seluruh undangan.

Dengan berakhirnya lagu selingan acara dilanjutkan dengan domisionerisasi pengurus punguan. Penasehat dan pengurus punguan yang diwakili oleh wakil ketua, sekretaris dan bendahara naik ke atas panggung. Pengurus menyerahkan berkas-berkas dan stempel punguan kepada penasehat sebagai tanda berakhirnya kepengurusan lama punguan. Setelah menerima berkas-berkas tersebut, penasehat menyatahan kepengurusan punguan dalan status demosioner dan menyampaikan terima kasih atas keja pengurus punguan selama ini.

Acara selanjutnya adalah perkenalan. Perkenalan diatur dalam 5 sesi sesuai dengan 5 wilayah pembagian punguan yaitu: 1.Wilayah Jakarta Barat, 2. Wilayah Tangerang, 3. Wilayah Jakarta Timur, Utara, Pusat, Selatan, dan Pondok Gede 4. Wilayah Bekasi, Cibitung, Cikarang, Karawang dan Cikampek 5. Wilayah Depok dan Bogor. Perkenalan pertama diawali dari wilayah Jakarta Barat dan dipimpin oleh Bapak Butar-butar dari Kalideres. Seluruh anggota punguan yang berasal dari Jakarta barat menaiki panggung sambil manortor yang diiringi oleh musik. Di atas panggung mereka masing-masing memperkenalkan diri dengan menyebutkan nama, alamat tinggal, status pernikahan, jumlah anak, asal kampung di Sipanganbolon, saudara atau orang tua atau oppung yang dikenal di kampung. Selain memperkenalkan diri mereka juga menyampaikan harapan-harapan terhadap punguan Sipanganbolon. Selesai memperkenalkan diri, mereka meminta musik agar mereka bisa “pageolhon gonting” atau manortor. Sebelum musik berakhir mereka meninggalkan panggung dengan teratur sambil manortor.

Perkenalan dilanjutkan dengan Wilayah Tangerang. Rombongan Tangerang yang menaiki panggung dipimpin oleh Bapak D. Nainggolan. Di Sipanganbolon dia berasal dari huta Simaibang Satu. Rombongan ini juga melakukan hal yang sama denga rombongan sebelumnya, yaitu memperkenalkan diri, menyampaikan pesan-pesan dan manortor. Perkenalan ini semakin mengakrabkan sesama orang-orang Sipanganbolon. Diharapkan perkenalan ini menambah rasa sayang satu dengan yang lain dan ini sangat penting untuk membangkitkan kembali punguan ini.

Sebelum perkenalan dilanjutkan, acara diselingi dengan pengundian kupon door prize. Pemenang door prize pertama adalah Bapak A.Sinaga dari Cikampek. Setelah pengundian lima buah door prize dilanjutkan dengan mendengarkan sebuah lagu.

Perkenalan dilanjutkan dengan wilayah Jakarta Timur, Pusat, Utara, Selatan dan Pondok Gede. Rombongan ini dipimpin Oleh Bapak B.Sinaga dari kompleks Trikora Halim. Rombongan ini juga melakukan hal yang sama dengan rombongan sebelumnya. Perkenalan berikutnya adalah rombongan dari wilayah Bekasi, Cibitung, Cikarang, Karawang dan Cikampek. Rombongan ini dipimpin oleh bapak R. Sirait yang tinggal di Rawa Lumbu Bekasi dan merupakan rombongan dengan peserta terbanyak sampai-sampai dibuat menjadi dua baris di panggung. Di tengah perkenalan, Bapak E.Silalahi dari Tambun menyanyikan sebuah lagu sebelum memperkenalkan diri. Perkenalan terakhir dilakukan oleh rombongan Depok dan Bogor. Mereka dipimpin oleh Bapak E. Ambarita yang tinggal di Citayem Depok.

Sesi perkenalan ini sekaligus mengakomodasi semua peserta atau undangan untuk berbicara, sehingga semua suara peserta bisa didengar. Pada sesi ini juga semua peserta bisa melampiaskan sedikit keinginan untuk “pageol gonting”

Setelah semua memperkenalkan diri, kemudian acara dilanjutkan dengan pemilihan pengurus baru punguan, namun sebelumnya diselingi dengan penarikan lima nomor undian door prize dan mendengarkan sebuah lagu. Selepas lagu berakhir baru pemilihan dilaksanakan. Adapun pemilihan pengurus dilakukan oleh perwakilan dari masing-masing ke 5 wilayah yang ada bersama-sama dua orang penasehat dengan mengadakan diskusi untuk menentukan siapa yang akan menduduki kepengurusan baru. Adapun mereka yang berdiskusi adalah:
1. S. Sinaga dari Bambu apus- Penasehat
2. J. Sirait dari Rawa lumbu Bekasi- Penasehat
3. B. Butar-butar dari kalideres- Perwakilan Wilayah Jakarta Barat
4. B. Sinaga dari Halim- Perwakilan wilayah Jakarta Timur, utara, Pusat, Selatan dan Pondok Gede
5. D. Nainggolan dari Tangerang- Perwakilan wilayah Tangerang
6. O. Sirait dari Bekasi- Perwakilan wilayah Bekasi, Cibitung, Cikarang, Karawang dan Cikampek
7. E. Ambarita dari Citayem- Perwakilan wilayah Depok dan Bogor.

Setelah diskusi selesai, penasehat menaiki panggung dan membacakan hasil diskusi mereka. Hasil diskusi mereka adalah telah disepakati bahwa Punguan Sipanganbolon akan dilanjutkan dan telah ditentukan kepengurusan baru sebagai berikut:
1. Ketua Umum : M. Sinaga [A. Duma]
2. Sekretaris : J. Sinaga [A. Kristono]
3. Bendahara : B. Manurung [Cipinang]
4. Komisaris Wilayah Jakarta Barat : T. Sinaga [A. Sinta]
5. Komisaris Wilayah Tangerang : D. Nainggolan
6. Komisaris Wilayah Jakarta Timur, Pusat, Utara, Selatan dan Pondok Gede : B. Sinaga [A. Christoper]
7. Komisaris Wilayah Bekasi, Cibitung, Cikarang, Karawang dan Cikampek : R. Sirait
8. Komisaris Wilayah Depok dan Bogor : E. Sinaga

Selanjutnya Penasehat memanggil semua pengurus terpilih didampingi oleh isteri masing-masing naik ke panggung untuk dilantik. Pada pelantikan ini penasehat menyerahkan berkas-berkas dan stempel punguan yang diterima sebelumnya dari pengurus lama saat demisionerisasi.

Setelah dilantik, ketua umum meyampaikan harapan dan program-program yang akan dijalankan kedepan, salah satunya adalah rencana membentuk badan usaha punguan berupa simpan pinjam dengan sumber dana dari anggota dan dikelola oleh pengurus. Badan usaha ini kedepan diharapkan dapat membiayai operasional punguan. Ketua juga menghimbau partisipasi aktif dari semua anggota terhadap punguan. Acar pelantikan diakhiri dengan tepukan applause dari hadirin untuk menyemangati pengurus agar segera bekerja megaktifkan kembali punguan.

Setelah seluruh Pengurus terpilih turun dari panggung, pembawa acar mengumumkan sebuah SMS yang diterima dari negeri yang jauh Eropa, tepatnya di Swiss yaitu dari Amani Gerald Sinaga. Dia adalah anggota Punguan Sipanganbolon se-Jabodetabek yang sebelumnya tinggal di Bekasi dan sekarang tinggal di Swiss. Bunyinya sebagai berikut: “Selamat pesta bona taon Punguan Sipanganbolon Jakarta sekitarnya. Sahat ma tabe nami Amani Gerald Sinaga dohot keluarga tu hamu sude, jala dipasu-pasu Tuhan ma hita saluhutna. Songon partisipasi nami dipasahat hami do saotik tuppak melalui abang nami Jamonton Sinaga.” Mauliate godang ma dinasida.

Untuk mengendurkan saraf-saraf setelah pemilihan dan pelantikan pengurus, Bapak Butar-butar beserta isteri dari kalideres berduet menyanyikan sebuah lagu bersyair batak yang sangat romantis. Lagu romantis ini dilanjutkan dengan goyang poco-poco yang dilantunkan oleh Bapak R. Sinaga dari Bekasi bersama penyanyi parmusik. Lagu poco-poco ini mengiringi para hadirin yang maju ke depan untuk bergoyang. Banyak hadirin yang benar-benar meluapkan keinginannya berjoget pada sesi ini. Mereka berjoget dengan penuh semangat.

Tepat pukul 17 sore sesi poco-poco diakhiri dan rangkaian acara Pesta Partangiangan Bona Taon 2010 Punguan Sipanganbolon Se-Jabodetabek dohot Nahumaliangna pun berakhir. Namun sebelum acara ditutup, panitia menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini tanpa terkecuali. Acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh bapak Sinaga dari Bambu apus.

Pestapun berakhir. Satu persatu undangan meninggalkan Gedung Serba Guna Rumah Susun Klender. Kursi-kursi kembali kosong dan petugas kebersihan mulai sibuk mengumpulkan sampah-sampah yang berserakan. Para pekerja sound system membereskan peralatannya dan mengangkutnya ke mobil pick-up yang sudah stand by di parkiran depan gedung. Panitia berkumpul menghitung uang masuk dan uang keluar sekaligus menentukan waktu dan tempat pembubaran panitia. Direncanakan akan diadakan dua minggu setelah acara di rumah bapak Nainggolan di Kembangan Jakarta Barat.

Pengurus Punguan Keluarga Besar Sipanganbolon Se-Jabodetabek dohot Nahumaliangna periode 2010-2014 telah terbentuk. Kebangkitan kembali punguan sudah dimulai dengan momentum pesta partangiangan bona taon. Harapan besar dan tantangan telah menunggu di depan mata. Sekitar 70 KK orang Sipanganbolon yang tinggal di Jabodetabek dan sekitarnya saatnya bergandengan tangan melangkah bersama menembus jantung ibukota menghadapi setiap rintangan menuju kehidupan yang lebih baik. Desa Sipanganbolon juga dengan harap-harap cemas menunggu sentuhan tangan punguan ini.

Hari telah gelap ketika aku pulang ke bekasi. Kembali aku menompang Blue Bird. Sayang di tol cikunir taksi yang saya tompangi ditilang polisi karena melaju di bahu jalan, padahal aku ingin segera tiba di rumah dan butuh istirahat karena badan terasa pegal-pegal sebab seharian berdiri dan diteriaki oleh loud speaker yang persis berada di sampingku.

Horas Sipanganbolon,
Paber Sinaga
Jakarta.

Categories: Aku dan Pencipta | 2 Komentar

Post navigation

2 thoughts on “Acara Bona Taon 2010 Sipanganbolon Se-Jabodetabek

  1. M. Sinaga

    Horas, ai si Paber par Tigaras do hamu tahe?, ahu pe par Tigaras sian Labuan

  2. Paber Sinaga

    Horas Appara M. Sinaga, mauliate nungga singgah hamu di Blog na metmet on. Dang par Tigaras au appara. Par Sipanganbolon do, jonok tu Parapat.

    Salam kenalan ma appara.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: