Sejarah Marga Saragih Napitu

(dikutip dari blog parna)
Napitu merupakan salah satu MARGA dari marga-marga yang terdapat di kultur Orang Batak. Secara garis silsilah keturunan, Marga Napitu merupakan keturunan dari Op.Raja Nai Ambaton atau yang lebih dikenal dengan sebutan PARNA (Poparan Raja Nai Ambaton). Asal daerah Marga Napitu dari Desa Sibatu-batu yang berada di P.Samosir Danau Toba. Sibatu-batu merupakan daerah yang sangat menarik untuk di kunjungi.. saat ini, dahulu si Batu-batu merupakan daerah yang sangat susah untuk di kelola sebab sebagian besar wilayah tersebut merupakan batu kars, dari proses terbentuknya P.Samosir secara geologi akibat meletusnya Gunung Api jutaan tahun yang lalu.

Berdasarkan inventarisasi Poparan Raja Nai Ambaton saat ini berjumlah 72 marga, namun dalam tulisan ini hanya ada 68 Marga sehingga perlu informasi tambahan bagi yang lebih mengetahuinya. Adapun marga-marga yang termasuk dalam Pomparan Ni Raja Nai Ambaton ( PARNA )

1.Bancin ( sigalingging )
2.Banurea ( sigalingging )
3.Boangmenalu (sigalingging)
4.Brampu ( sigalingging )
5.Brasa ( sigalingging )
6.Bringin ( sigalingging )
7.Gajah ( sigalingging )
8.Dalimunthe
9.Garingging ( sigalingging )
10. Ginting Baho
11.Ginting Capa
12.Ginting Beras
13.Ginting Guruputih
14.Ginting Jadibata
15.Ginting jawak
16.Ginting manik
17.Ginting Munthe
18.Ginting Pase
19.Ginting Sinisuka
20.Ginting Sugihen
21.Ginting Tumangger
22.Haro
23.Kaban
24.Kombih (sigalingging )
25.Maharaja
26.Manik Kecupak (sigalingging)
27.Munte
28.Nadeak (di pa lao)
29.Nahampun
30.Napitu
31.Pasi
32.Pinayungan (sigalingging?)
33.Rumahorbo
34.Saing
35.Saraan (sigalingging)
36.Saragih Dajawak
37.Saragih Damunte
38.Saragih Dasalak
39.Saragih Sumbayak
40.Saragih Siadari
41. Siallagan
42.Siambaton
43.Sidabalok
44. Sidabungke
45. Sidabutar
46.Saragih Sidauruk
47. Saragih Garingging
48.Saragih Sijabat
49.Simalango
50.Simanihuruk
51.Simarmata
52.Simbolon Altong
53.Simbolon Hapotan
54.Simbolon Pande
55.Simbolon Panihai
56.Simbolon Suhut Nihuta
57.Simbolon Tuan
58.Sitanggang Bau
59.Sitanggang Gusar
60.Sitanggang Lipan
61.Sitanggang Silo
62. Sitanggang Upar Par Rangin Na 8 (sigalingging )
63.Sitio
64.Tamba
65.Tinambunan
66.Tumanggor
67.Turnip
68.Turuten
Sumber : Rapolo,2007

Susunan nama marga diatas berdasarkan abjad .. jadi mohon maaf kapada susunan parabangan dimarga tidak diurutkan (maaf kepada abang marga tertua). Berdasarkan sejarahnya Marga Napitu dan Sitio adalah kembar.. yang tidak diketahui siapa yang lebih duluan lahir. Sehingga ada kesepakatan para leluhur dulu kalau yang usianya lebih tua dia lah abang yang lebih muda dia adalah adek, dan itu terjadi di dalam kekeluargaan Napitu dan Sitio saja. Penulis adalah Marga Napitu yang berasal dari Parbalogan – Tigaras. merupakan cucu dari Partuan Parbalogan atau poparan Op.Saip(+).

Di wilayah Simalungun Marga Napitu lebih identik dengan sebutan Saragih (Saragih Napitu) walaupun sebenarnya Saragih/Saragi sendiri merupakan marga tersendiri yaitu Marga Saragi dan keturunannya (dapat dilihat diatas) namun banyak keturunan PARNA yang berada di wilayah Simalungun menggunakan Marga Saragi/Saragih. Berdasarkan cerita para oppung yang pernah di himpun penulis, yang dapat di jadikan acuan penulisan ini. Dijelaskan bahwa pada saat kekuasaan Simalungun (Raja Purba) marga yang ada hanya diperbolehkan 4 Marga yaitu (Purba, Damanik, Saragih dan Girsang) untuk lebih jelasnya dapat di himpun berdasarkan sejarah (tulisan ini berdasarkan kemampuan dan pengetahuan penulis dari cerita para leluhur sebelumnya). Selain marga yang 4 tersebut dianggap mata-mata musuh atau buka Orang Simalungun maka akan di hukum dengan berat (hukuman mati).

Disebabkan hanya ada 4 Marga yang diperbolehkan maka marga lain yang berada di wilayah kekuasaan Raja Simalungun masuk ke pada marga yang empat tersebut. Salah satu dari empat marga tersebut adalah poparan keturunan Op.Raja Nai Ambaton yaitu “Saragih” sehingga pada saat itu semua keturunan PARNA yang bermukim di wilayah Simalungun masuk kedalam Marga Saragi/h.

Padahal yang masuk jadi “Marga Saragi” itu, bisa abang atau adik dari marga Saragih itu sendiri, contoh; dulu sering didengar Marga Saragih Simbolon. Simbolon termasuk marga tertua setelah Marga Tamba dan Saragi/h merupakan adik mereka, atau Saragi Sitio. Sitio adalah adik dari marga Saragi/h itu sendiri namun masuk kedalam marga Saragi/h. Demikian juga daerah Parbalogan – Tigaras asal Napitu (Parbalogan) yang berada di wilayah kekuasaan Simalungun masuk kedalam marga saragi/h. Perlu deiketahui, Tigaras merupakan tempat pertama berdirinya Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS). Sehingga sampai saat ini sering kita mendengar Marga Saragih Napitu (khususnya dari Parbalogan-Tigaras) atau bahkan masih ada yang hanya pakai “Saragih” saja, sehingga tidak dapat dikenali apa marga dibelakangnya sebenarnya misal ; Prof.Dr. Bungaran Saragih, namun dibelakang nama Saragi tersebut masih ada lanjutanya (ex.Saragih Turnip).

Seiring perkembangan dan kesadaran untuk memperbaiki yang sempat salah sehubungan dengan sejarah kekuasaan jaman itu, maka saat ini sudah banyak marga-marga dari keturunan PARNA memakai nama marganya sendiri-sendiri. Simbolon, Tamba, Kaban, Napitu dll. Sebenarnya dengan adanya Tona (Pesan) dari pada leluhur bahwa poparan (keturuan PARNA) adalah “sisada anak sisada boru” artinya keturunan PARNA merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu-sama lainnya. Bahwa anak atau keturunan dari satu marga merupakan anak dari ke 68 marga yang lain-nya dan “anak dohot boro, na sa poparan dang boi marsibuatan” artinya anak laki-laki dan anak perempuan dalam satu keturunan yang 68 Marga tersebut tidak dapat menikah karena merupakan kakak atau adeknya sendiri, maka pembagian tersebut tidak ada artinya.

Namun pembagian Marga, kembali kepada Marga yang sebenarnya adalah semata-mata supaya dapat mengetahui sejarah asal-muasal perjalanan sejarah suatu Marga atau keturunannya dengan perkembangan populasi yang terus bertambah. Bukan semata-mata untuk membedakan margasatu dengan yang lainnya dalamPARNA itu sendiri. Perlu diingat PARNA sesuai dengan tona akka oppung (pesan dari leluhur) adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan “sisada anak si sada boru”

Demikian tulis ini dibuat semoga bermanfaat.

Catatan : Tulisan ini dibuat atas pemahaman dan pengetahuan penulis semata untuk memberikan informasi sedikit tentang PARNA dan khususnya Marga Napitu sebagai Marga Penulis. Tulisan ini semata-mata di peroleh dari cerita para lulur (oppung) yang terdahulu. Sehingga apabila ada terdapat kesalahan penulis mohon maaf dan untuk pembenaran dapat dikirim komentar agar dapat di perbaiki ;

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai dan menghormati sejarahnya”

Marga yang besar adalah yang mengetahui dan menghargai leluhurnya termasuk kita poparan Op.Raja Nai Ambaton (PARNA)

Terima Kasih (JP.Napitu)

About these ads
Categories: Aku dan Pencipta | 9 Komentar

Navigasi pos

9 thoughts on “Sejarah Marga Saragih Napitu

  1. hidup raja nai ambaton,,,
    smoga kerukunan para pomparan raja nai ambaton bisa terjadi sampai generasi ke generasi( sisada anak sisada boru)

  2. Penelusuran berikut..

    • tua pardomuan napitu

      dong do nakawin haromunte pakon tinambunan naha do pandapot ni ham

      • munthe adalah keturunan parna kalau tinambunan keturunan silahi sabungan , lang pala sonaha da…

  3. tambatorus123

    hidup marga tamba trus smua parna yang ke 68

  4. semoga marga parna. sukses selalu. saya marga napitu

  5. horas , ada tarombo napitu ???

  6. Cebdra Napitu

    mantap kau bank celin, ak jdi tambah wawasan tentang margaku NAPITU

  7. saragih = ginting = dalimunthe

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: